itnmalangnews.id – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Malang merencanakan pasar senggol sebagai destinasi wisata kuliner malam hari dengan nuansa jalanan di sepanjang Jl. Sutan Syahrir Kota Malang. Lokasi ini berdekatan dengan Malang Night Market (MNM) di Jl Kyai Tamin. Menggandeng ITN Malang sebagai pemikir dan perancang tata ruang dan layout pasar senggol sehingga menjadi lokasi wisata yang memiliki identitas dan karakter serta bisa mengembalikan kenangan pasar senggol tempo dulu.
Sumbangsih pemikiran dan desain pasar senggol dipaparkan oleh Ir. Budi Fathony, MTA., dosen ITN Malang di hadapan para calon pedagang dan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, di Ruang Sidang Balai Kota Malang, Sabtu (6/8). “Dari hasil kajian, pasar senggol nantinya hanya bisa menampung sekitar 70 stand, sedangkan yang sudah berminat dan terdata sekitar 120 pedagang bahkan bisa bertambah,” terang dosen arsitektur ini kepada itnmalangnews.id kala ditemui di Kampus I ITN Malang, Senin (8/8).
Budi Fathony menjelaskan, nantinya pasar senggol akan diatur sedemikian rupa dan pedagang diseleksi dengan baik. “Pemerintah hanya memfasilitasi. Kembali ke komitmen pedagangnya. Bisa tidak berjualan tiap hari antara jam lima sore sampai jam 12 malam. Seleksi ini akan dijalankan secara ketat mengingat Night Market gagal karena komitmen pedagangnya kurang bagus,” ungkap anggota Tim ABG Kota Malang.
Pasar senggol selain nantinya berisi dagangan kuliner khas Malang juga menyajikan souvenir, garmen, hiburan dan juga stand yang diperuntukkan untuk Perguruan Tinggi. Semua yang ingin berperan serta harus melalui tahap seleksi. ITN Malang yang masuk dalam keanggotaan Seksi Seleksi dan Penempatan dari unsur akademisi akan membantu proses seleksi tersebut. Hanya dua universitas yang ikut berperan dalam susunan keanggotaan Tim Pelaksana Pasar Senggol, ITN Malang dan Universitas Negeri Malang (UM). (sar)
