Gagas Kampung Tematik, Tim Monev Ristekdikti Apresiasi Kinerja LPPM ITN Malang

itnmalangnews.id – Kampung Tematik yang terletak di Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamatan Sukun merupakan ide kreatif yang dicetuskan oleh Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang lewat Program Kemitraan Masyarakat (PKM) di bawah pengawasan Kementerian Riset dan Teknologi (Ristekdikti). Ide kreatif tersebut terealisasi sejak tahun 2017 lalu dan mendapatkan apresiasi dari tim monitoring dan evaluasi (monev) Ristekdikti, Kamis (18/10).

Gagas-Kampung-Tematik-Tim-Monev-Ristekdikti-Apresiasi-Kinerja-LPPM-ITN-Malang

“Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ITN Malang mendorong warga Bakalan Krajan untuk mengembangkan industri kreatif, mereka dilatih membuat kerajinan berupa tas talikur, lukisan dari bahan dasar koran bekas, seni pahat untuk peralatan kesenian jaran kepang, dan beberapa kerajinan tangan lainnya,” ujar Siswi Astuti, M.Pd., selaku pendamping mitra PKM.

Kegiatan bertajuk “Penguatan Kreatifitas Usaha Kecil Menengah (UKM) Seni Pahat Kayu dan Daur Ulang Limbah Kertas Berbasis Pengawet Alami” ini dihadiri oleh puluhan warga RT 04 RW 02 Kelurahan Bakalan Krajan, Kecamantan Sukun, Kota Malang. Selain itu, mereka juga menyiapkan tim khusus berpakaian baju rampak untuk menyambut kedatangan tim monev dari Ristekdikti.

“Mereka menyambut kami dengan tari-tarian dan pakaian khas jaran kepang. Rasanya bangga bisa berada di tengah-tengah mereka,” pukau Grace Maranatha, salah satu tim monev Ristekdikti dari Universitas Nusa Cendana Kupang, NTT.

Menurut Grace akrab ia disapa, ITN Malang sangat inovatif di dalam mendorong warga untuk mengembangkan daya kreativitasnya. Tentu, hal itu akan membantu masyarakat sekitar dalam meningkatkan taraf perekonomiannya, terlebih jika kampung tersebut sukses menjadi kampung wisata.

Sementara itu, Siswi menambahkan, pihaknya juga membuat alat berupa oven pengering material kayu yang telah diukir dan dicat. Biasanya warga menjemur material tersebut di bawah terik matahari dan butuh waktu 4 jam untuk mengeringkannya, itupun tergantung suhu kelembaban dan panas matahari. Sedangkan setelah menggunakan oven tersebut, proses pengeringan selesai dalam durasi setengah jam, cukup efektif dan efisien.

“Oven tersebut sudah kami daftarkan hak patennya ke HAKI (Hak Kekayaan Intelektual Indonesia). Semoga kampung ini tambah maju dan dapat berkembang ke kelurahan-kelurahan lainnya,” imbuhnya.

Baca juga: ITN Malang Gagas Kampung Culinary Heritage sebagai Icon Baru Kota Malang

Lebih lanjut, Siswi menunjukkan beberapa hasil karya mitra dampingannya, salah satunya adalah Barong Kepala Naga yang telah dipesan oleh salah satu anggota komunitas kesenian di Kota Malang. Kepala Naga tersebut dibandrol dengan harga 4 juta. Menurut Siswi, hal tersebut membuat warga tambah semangat di dalam berkarya dan menciptakan inovasi-inovasi baru.

“Kami bersyukur atas bantuan dan kerjasama ITN Malang yang rutin melakukan pendampingannya kepada kami selama 2 tahun ini. Semoga ke depannya kreatifitas masyarakat terus berkembang sehingga ketergantungan masyarakat pada satu sektor pekerjaan (buruh pabrik-red) bisa diminimalisir,” tukas Muhammad Ikhwanto, Ketua RW 2 Kelurahan Bakalan Krajan.

Adapun tim dari ITN Malang antara lain, Siswi Astuti M.Pd. dan Endah Kusuma S.Si, MKes. Keduanya adalah anggota LPPM sekaligus pendamping dari Laboratorium Kimia ITN yang dibantu oleh Tjitjik Sri Wardhani M.Pd, dari Seni Rupa Universitas Negeri Malang (UM). (mus)

(Visited 160 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *