Fasilitas Beasiswa Jadikan LPDP Prestisius di Kalangan Mahasiswa

itnmalangnews.id – 85 mahasiswa dari berbagai universitas di Malang dengan antusias mengikuti talkshow Beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Kuota besar, tunjangan pendidikan dan  tunjangan keluarga serta pencairan dana tepat waktu menjadikan beasiswa LPDP cukup prestisius. “Kupas Tuntas LPDP” tajuk yang diangkat oleh HMTK ITN Malang ini mendatangkan dua narasumber cantik dengan segudang prestasi : Sisca Wulandari (Awardee LPDP Universitas Negeri Malang) dan Lely Tri Wijayanti (Awardee LPDP Lancaster University, Inggris).

Fasilitas Beasiswa Jadikan LPDP Prestisius di Kalangan MahasiswaMembahas tips dan trik lolos LPDP, talkshow dibanjiri berbagai pertanyaan, mulai perbedaaan antar program beasiswa afirmasi dan Beasiswa Pendidikan Indonesia (PBI), persyaratan apa saja yang perlu diperhatikan sampai cara penulisan essay. Dua nara sumber sama-sama menekankan calon pelamar untuk mengetahui visi dan misi pemberi beasiswa. Ini sangat diperlukan untuk mengetahui tujuan dan apa yang perlu ditulis dalam essay serta untuk menghadapi wawancara.

Meskipun pendaftaran LPDP tidak dipungut biaya namun menurut Sisca Wulandari, pelamar harus tetap mempersiapkan pendanaan yang cukup untuk tes kesehatan dan memperoleh sertifikat bahasa. Selain itu hal yang perlu diketahui seputar LPDP antara lain : beasiswa dibuka sekali setahun baik beasiswa luar negeri maupun dalam negeri; tesis disertasi dibuka empat kali dalam setahun sampai kuota mencukupi; pendaftar PBI diberi tiga kali kesempatan; pencairan LPDP selalu tepat waktu; pencarian universitas diberi waktu satu tahun; diterima S2 berarti berpeluang menempuh S3 dengan persyaratan tertentu.

Sebagai kampus teknik, berbahagialah bagi mahasiswa ITN Malang karena peluang memperoleh beasiswa LPDP menjadi prioritas pemerintah dan menduduki peringkat pertama. Lely Tri Wijayanti menyarankan yang harus disiapkan dari awal seperti surat rekomendasi dari dosen yang bergelar akan membantu elevated applicationstudy plan, essay on the spot serta Leaderless Group Discussion (LGD).

“Essay kontribusi bagi Indonesia dan sukses terbesar dalam hidupku, satu orang dengan lainnya tidak sama. Tulislah apa yang ada dalam diri kita, apa yang pernah kita lakukan. Jangan pernah mencontoh milik orang lain, karena LPDP punya sistem yang bisa melacak,” tukas Staf Kantor Hubungan Internasional UM. (sar)

(Visited 191 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *