Teknik Sipil S1 ITN Malang gelar Dies Natalis ke 75 tahun. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Di usia yang ke-57 tahun, Program Studi Teknik Sipil S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) membuktikan diri bukan hanya sekadar prodi senior, namun juga prodi yang sarat prestasi. Salah satu bukti teranyarnya dibeberkan langsung oleh Wakil Rektor 3 ITN Malang, Dr. Hardianto, ST., MT. Dari ratusan prodi Teknik Sipil negeri dan swasta se-Indonesia, ITN Malang berhasil menembus jajaran elit 26 kampus yang lolos sebagai finalis Kompetisi Jembatan Indonesia (KJI) dan Kompetisi Bangunan Gedung Indonesia (KBGI).
“Kalau mahasiswanya mengikuti lomba, masuk finalis terus. Dari sekitar 253 prodi Teknik Sipil di Indonesia, hanya 26 yang masuk finalis KJI dan KBGI, salah satunya Teknik Sipil ITN Malang,” ujar Hardianto bangga di hadapan para siswa SMA/SMK peserta lomba, dan sivitas Teknik Sipil.
Pernyataan tersebut disampaikan Hardianto saat menghadiri syukuran Dies Natalis ke-57 Teknik Sipil S1 ITN Malang pada Rabu (20/05/2026). Digelar di Aula Kampus 1, perayaan tahun ini dikemas secara sederhana namun sarat makna. Momen ini juga menjadi puncak dari rangkaian Civil Engineering Festival (CEF) 2026 sekaligus sesi awarding bagi para pemenang lomba Education of Civil Engineering (ECIVE) 2026.
Suasana hangat makin terasa dengan kehadiran para dosen purna tugas yang mengawal prodi rintisan ini sejak awal. Sebagai simbol rasa syukur dan harapan ke depan, acara diisi dengan pemotongan tumpeng serta prosesi unik “Pohon Harapan”. Di pohon ini, seluruh sivitas akademika Teknik Sipil menempelkan kertas berisi doa dan impian mereka untuk prodi tercinta.
Kepada para siswa peserta lomba ECIVE, Hardianto juga meyakinkan bahwa mereka tidak akan salah pilih jika kelak melanjutkan kuliah di ITN. “Hari ini peringatan Dies Natalis Teknik Sipil ke-57. Sangat wajar kalau prestasinya banyak sekali karena prodi ini termasuk prodi rintisan yang usianya sudah sangat matang,” imbuhnya.
Target Akreditasi Unggul dan Penguatan SDM
Sementara itu, Kepala Prodi Teknik Sipil S-1, ITN Malang, Dr. Yosimson Petrus Manaha, ST., MT., merefleksikan perjalanan panjang prodi yang dipimpinnya. Selama hampir enam dekade, Teknik Sipil ITN Malang telah melahirkan ribuan lulusan yang kini tersebar di seluruh Indonesia, baik di jajaran pemerintahan maupun sektor swasta.
Baca juga: Membongkar Misteri Kerusakan Bangunan, Teknik Sipil ITN Malang Belajar Forensik Konstruksi
Tak hanya serapan kerja yang luas, performa akademik mahasiswa di dalam kampus juga terus digenjot. Yosimson menyebutkan, saat ini sudah banyak mahasiswa yang berhasil lulus cepat dalam waktu 3,5 tahun dan mayoritas lulus tepat waktu 4 tahun.
“Untuk tahun ini, target lulusan tepat waktu kami patok di atas 40 persen. Ini bagian dari strategi besar kami untuk mengejar akreditasi Unggul di tahun 2029 nanti,” jelasnya.
Untuk memuluskan target akreditasi Unggul tersebut, pembenahan total dilakukan di berbagai lini. Tidak hanya fokus menambah jumlah doktor pada tahun 2029, peningkatan kualitas Tenaga Kependidikan (Tendik) juga jadi prioritas.
“Kami juga mengejar kualifikasi laboran. Lab kita memang lengkap, tapi SDM laborannya juga dinilai. Jadi, laboran harus lulusan S1 dan mengantongi sertifikasi resmi. Kualitas dosen dan tendik harus sama-sama kita benahi,” tegasnya.
Menutup momen bahagia ini, Yosimson menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh pihak yang telah membesarkan Teknik Sipil ITN Malang.
“Terima kasih kepada bapak ibu dosen, rekan-rekan teknik sipil, para purna tugas, dan seluruh mahasiswa yang sudah bahu-membahu membawa prodi ini terus bergerak maju. Selamat ulang tahun Teknik Sipil, semoga semakin berkembang, kaya inovasi, dan selalu dipercaya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

