Yusran Bin Acho, S.Bns., digital marketer sekaligus alumnus Bisnis Digital ITN Malang angkatan 2022, usai materi pada Trial Class Bisnis Digital (Batch 1) Bisnis Digital S-1, ITN Malang. (Foto: Bayu/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Dunia kerja zaman sekarang ternyata sudah bergeser. Perusahaan tidak lagi hanya berpatokan pada IPK tinggi atau sekadar pintar akademik, melainkan mereka yang memiliki value untuk terus berkembang. Realitas baru di industri ini dikupas dalam acara Trial Class Bisnis Digital (Batch 1) yang digelar oleh Prodi Bisnis Digital S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang). Kelas pengenalan yang digelar di Ruang Amphi Mesin, Kampus 2 ITN Malang ini diikuti siswa SMA/SMK se-Malang Raya, dan mahasiswa internal Bisnis Digital ITN Malang.
Baca juga: Pantang Menyerah, Meski kondisi Fisik Drop, Pesilat ITN Malang Juara 1 Silat IPSI
Ketua Prodi Bisnis Digital S-1, Dr. Agung Panji Sasmito, S.Pd., M.Pd., menjelaskan, trial class merupakan agenda rutin tahunan. Acara ini menjadi sarana mengenalkan program studi, sekaligus menjadi ruang belajar bersama yang relevan dengan perkembangan zaman. “Dari tahun ke tahun, teknologi dan bisnis terus berevolusi hingga akhirnya melebur menjadi bisnis digital. Dan Bisnis Digital ITN Malang hadir sebagai tempat belajar yang terbuka bagi semua siswa,” ujarnya.
Sesi pertama dibuka oleh Fitria Ajeng Sulistyowati, SE., MM., pakar bisnis digital sekaligus kandidat PhD. Mengawali materinya, Fitria mengajak peserta melihat langsung tantangan masa depan. Berdasarkan pengalamannya berkecimpung di lini digital sejak 2012, ia menyadari ada keterampilan non-teknis yang jauh lebih dicari di pasar kerja saat ini.
“Teori itu tidak akan lengkap tanpa praktik. Kita harus bisa berpikir strategis dan memahami pasar. Di era sekarang, membangun portofolio jauh lebih mudah,” kata Fitria.
Ia juga meluruskan salah kaprah mengenai personal branding yang sering dianggap sebatas jumlah pengikut (follower) atau menjadi influencer. Menurutnya, personal branding adalah tentang bagaimana orang lain mempersepsikan diri kita melalui apa yang kita bagikan dan komunikasikan, yang nantinya akan membuka peluang bisnis.
“Orang tidak hanya membeli produk Anda, mereka membeli cerita, nilai, dan kepercayaan. Di era digital, kepercayaan itu dibangun dari konsistensi kita berinteraksi dan memberikan nilai. Banyak ide hebat gagal bukan karena idenya buruk, tapi karena takut mengeksekusi, tidak konsisten, dan terlalu menuntut kesempurnaan. Intinya, mulailah dari hal kecil,” tegasnya.
Menyambung materi tersebut, Yusran Bin Acho, S.Bns., digital marketer sekaligus alumnus Bisnis Digital ITN Malang angkatan 2022, membuktikan langsung bagaimana ide kreatif bisa bertransformasi menjadi bisnis nyata yang berdampak dan berbudaya melalui pendekatan “From Imagination to Innovation”.
Yusran membagikan kisahnya saat berhasil memenangkan hibah Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) Kemendikbudristek 2024 melalui produk inovatif bernama CAROK (Celana Sarung Cowok). Ide ini bermula dari keresahan sederhana sehari-hari.
“Biasanya sarung kan dipakai untuk ibadah atau ronda. Lalu muncul ide, sarung dikombinasikan dengan celana agar praktis, tetap sopan, tapi trendi? Dari sana lahir CAROK,” cerita Yusran.
Hebatnya, CAROK bukan sekadar produk fesyen biasa, melainkan membawa misi pelestarian budaya (cultural preservation) Topeng Malangan yang dikombinasikan dengan motif batik Druju khas Kota Malang. Karakter seni dan sejarah yang kuat ini sengaja dipakai agar generasi muda bangga mengenakan identitas lokal tanpa terlihat kuno.
Yusran pun membagikan rumus tiga langkah bagi para inovator muda: temukan masalah sederhana di sekitar, berikan sentuhan identitas lokal sebagai keunikan, dan lakukan analisis pasar untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Paparan “daging” dari para pemateri ini langsung menuai testimoni positif dari para peserta. Nadjwa Kirana dan Shisilia Isnu P., lulusan baru SMK Negeri 2 Singosari, mengaku sangat termotivasi. “Dari awal kami memang sudah tertarik dengan bisnis digital karena pelaku UMKM sekarang sangat butuh marketing. Materi hari ini seru banget dan bikin kami makin yakin buat masuk kuliah di Bisnis Digital,” ungkap mereka kompak.
Sementara itu, M. Yusril Mahendra, lulusan SMKN 3 Batu yang juga berminat di dunia bisnis, mengaku mendapatkan banyak informasi baru mengenai seluk-beluk personal branding, affiliate marketing, pengelolaan media sosial, hingga peran admin digital. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

