Zata Zulfathin, Tak Hanya Cantik Juga Berprestasi dan Peduli Lingkungan

Wisudawati Terbaik Jurusan Teknik Lingkungan, Modelling, Sekaligus Ahli Seni Hena

itnmalangnews.id - Berjilbab warna hitam dengan model lipatan yang sederhana. Perawakannya menunjukkan perpaduan antara wajah Arab dan face lokal. Selalu tersenyum seperti senyum model saat berjalan di catwalk. Itulah ekspresi Zata Zulfathin, wisudawati terbaik dari jurusan teknik lingkungan Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang saat diwawancara di ruang humas beberapa waktu lalu.

zata-zulfathin-wisudawati-terbaik-itn-malang-2016Zata demikian sapaan akrabnya tidak hanya cerdas secara akademik. Tetapi juga memiliki sekian hobi non akademik yang membuatnya memiliki nilai lebih dari yang lain. Di antaranya modelling dan seni hena. Menariknya, dua hobi tersebut didapat melalui otodidak. Di dunia modelling, gadis asal Sumbawa Besar tersebut biasanya memperagakan baju pengantin dan model hijab. “Saya belajar modelling sejak semester lima. Dan sudah pernah tampil di Malang, Surabaya, dan Kediri,” terang kelahiran 7 Mei 1994 itu. Di bidang seni Hena juga sudah membuat beberapa karya yang dikenakan oleh pengantin yang merupakan temannya sendiri dan juga orang lain.

Mengapa menekuni dua hobi tersebut? Alumni SMAN 2 Sumbawa Besar itu menyatakan bahwa memang hobinya itu sedikit berbeda dengan jurusan yang digelutinya. Tetapi dia ingin mandiri dan ingin membantu kedua orang tuanya untuk membiayai selama kuliah. Karena dengan hobi itu dia dapat mendatangkan income buat tambahan keuangan dirinya. Meskipun orang tuanya adalah PNS salah satu Bank di daerahnya yang tentu saja cukup membiayai Zata selama kuliah. “Hidup mandiri lebih indah buat saya,” tuturnya.

zata-zulfathin1

Namun sekalipun Zata cukup sibuk menekuni hobi-hobinya,  dia sama sekali tidak melupakan prestasi akademiknya. Dia tetap belajar keras dan mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh dosen. Dia juga aktif di seminar-seminar, seperti seminar dan workshop Autocad, seminar nasional keselamatan kerja, seminar dan worskhop Sistem Informasi Geografis, dan beberapa lainnya. Bahkan pada tahun 2015 dia dipercaya untuk  mewakili ITN Malang di ajang ON-MIPA atau olimpiade MIPA untuk Perguruan Tinggi (PT) se-Kopertis VII. Semangat belajar inilah yang membuat prestasi akademik Zata moncer, alhasil dia meraih IPK 3.53 tertinggi di antara teman-temannya.

Selain itu, dia memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan, khususnya tentang melimpahnya sampah. Karena itulah dia terlibat dalam pengelolaan sampah di TPST Molyoagung Malang. Dia membuat perencanaan bagaimana sampah yang campur baur tersebut dapat dipilah-pilah. Sehingga lebih mudah diidentifikasi dan dilakukan pengolahan atau daur ulang. “Disitu (Molyoagung) saya menyiapkan perencanaan untuk pemilahan sampah antara organik dan non-organik. Setelah dipisah ini menjadi mudah diolah lagi,” terang anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

zata-zulfathin-wisudawan-terbaik-itn-malang-2016Pada akhirnya apa yang telah dia lakukan bersama masyarakat ini, kemudian dijadikan bahan untuk membuat tugas akhir kuliah. Di ujian terakhirnya Zata berhasil mempertahankan skripsi dengan judul Perencanaan, dan Pengumpulan Sampah pada kawasan TPST 3R Molyoagung. Dengan demikian Zata tidak hanya anggun saat di catwalk, tetapi juga memiliki prestasi akademik, dan kepedulian terhadap lingkungan. (her)

(Visited 1,175 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *