Youth Climate Camp (YCC) 2018: Dari Pemuda untuk Ibu Bumi

itnmalangnews.id – Pemuda memegang peran penting dalam usaha pemperbaiki dampak perubahan iklim serta kelestarian sumber daya alam secara lebih luas. Wadah pergerakan mereka dapat berupa perkumpulan dan belajar di alam, contohnya Youth Climate Camp (YCC) 2018. Mengangkat tema khusus “Energi Bersih, Politik Bersih”, YCC dimaksudkan untuk memfasilitasi keberadaan kader pemimpin muda yang akan menjadi bagian dari upaya untuk  melakukan perbaikan terhadap kondisi iklim global serta mampu menjadi kekuatan baru perubahan dan penyelamatan lingkungan hidup.

Youth-Climate-Camp-(YCC)-2018-Dari-Pemuda-untuk-Ibu-Bumi

Dalam penyelenggaraannya, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) bekerja sama dengan kemitraan partnership dan Embassy of Denmark Jakarta. Sebanyak 41 pemuda dari berbagai penjuru Indonesia terpilih mengikuti acara ini, salah satunya adalah M. Fulkun Nada dari Himpunan Mahasiswa Teknik Pecinta Alam (HIMAKPA), Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. YCC 2018 dilaksanakan pada tanggal 7—9 Desember 2018, di Bumi Perkemahan Sendi, Mojokerto.

Terdapat enam materi yang dipelajari bersama selama kegiatan YCC 2018. Pada hari pertama, peserta belajar Filsafat Perjuangan Rakyat dalam Gerakan Keadilan Iklim di Indonesia, dilanjutkan dengan Politik Energi dan Konsep Keadilan Iklim. Esok harinya, peserta belajar Good Governance dan Peran Anak Muda, lalu talkshow berjudul Komitmen Politik pada Energi Bersih dan Terbarukan.

Peserta YCC 2018 berkesempatan berkunjung ke mikrohidro komunitas dan diskusi bersama warga adat Sendi sebelum mendapatkan materi tentang Teknis Penilaian Energi Terbarukan di Komunitas. Di hari terakhir, diisi oleh musik dan kampanye energi bersih dari Iksan Skuter. Rangkaian kegiatan YCC diakhiri dengan pembuatan video kampanye keadilan iklim

Baca juga: Pikohidro ITN Malang Datang, Desa Gelang Jember Terang Benderang

Baca juga: ITN Malang Jadi Tuan Rumah Kejar Mimpi Leaders Camp

“Di sini kami banyak belajar, saling bertukar ilmu mulai dari hal yang paling mendasar, alur cerita dan kaitannya lingkungan hidup dengan pemerintah dan para investor,” ujar Fulkun. Mahasiswa Arsitektur ITN semester 5 tersebut juga menceritakan bahwa setelah YCC 2018 masih akan ada diskusi-diskusi. Selain itu, ada grup persahabatan agar tetap menjalin silaturahim dan bertukar informasi. (ata)

(Visited 132 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *