Wakil Rektor III ITN Malang Teliti Upaya Optimasi Sistem Kelistrikan Jawa-Bali

itnmalangnews.id – Aplikasi Artificial Intelligence (AI) dalam rangka optimasi merupakan satu model pengembangan teknologi yang terus berkembang di abad modern ini. Teknologi-teknologi canggih diciptakan dan dikembangkan dengan dilengkapi kecerdasan buatan, yang membuat suatu sistem atau alat (tools) dapat bergerak secara otomatis. Tak terkecuali, dalam bidang sistem kelistrikan juga dikembangkan misalnya dengan menggunakan salah satu varian Genetic Algoritm yaitu Non-dominates Sorting Genetic Algoritm (NSGA) 2. Hal ini sebagaimana pernah di teliti oleh Dr. Eng. Ir. I Made Wartana, MT, Wakil Rektor III Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Wakil Rektor III ITN Malang Teliti Upaya Optimasi Sistem Kelistrikan JawaMenurut pria yang akrab disapa Made tersebut sistem kelistrikan itu dapat dianalogikan dengan sistem transportasi. Yaitu ada jalan, terminal, dan alat transportasi keluar masuk terminal untuk mengantarkan penumpang. Sistem transportasi akan mengalami gangguan jika jumlah kendaraan yang berlalu lalang sangat banyak, jalan akan jadi crowded dan terminal menjadi over capacity.

“Dalam sistem kelistrikan analoginya tak jauh beda dengan sistem transportasi ini, anggaplah jalan itu saluran, lalu lalang kendaraan sebagai arus listrik, dan terminal sebagai gardu induk. Setiap elemen ini memiliki kapasitasnya masing-masing. Nah, bagaimana caranya agar keamanan sistem kelistrikan ini tetap baik, tegangan tidak berfluktuasi melampaui contrainnya dan saluran tidak melampaui batas yang diizinkan, ketika beban meningkat?,” terang pria asal Denpasar tersebut.

Memang, lanjut dia, bisa dibangun sistem kelistrikan yang baru, tetapi pembangunan ini tidak mudah dan biayanya sangat mahal. Untuk itu yang bisa dilakukan adalah melakukan optimalisasi sistem yang ada, yaitu meningkatkan pembebanan sistem, tetapi tetap berada dalam batas margin tegangan dan saluran. “Kabel memiliki batas thermalnya, kalau kabel dilalui beban atau arus yang besar melampaui kapasitasnya maka akan timbul panas dan dapat menyebabkan gangguan pada sistem. Sementara jika salurannya panjang dilalui oleh arus yang besar juga akan mengakibatkan tegangan pada ujung saluran menurun secara drastis akibat losses. Nah, bagaimana caranya menjaga performasi sistem kelistrikan yang ada ketika bebannya meningkat?,” lanjut alumni ITN Malang itu.

Baca: Manfaatkan Limbah Ampas Tebu, Dosen ITN Malang Kembangkan Silika Gel Penyerap Karbon Dioksida (CO2)

Baca: Dr. Eng. Aryuanto Soetedjo, ST, MT: Target ITN Malang Jurnal Internasional Bereputasi

Caranya  adalah dengan alternatif menerapkan teknik Artificial Intelligence varian NS GA 2 atau PSO (Particle Swarm Optimizatition) untuk mengoptimasi sistem kelistrikan yang ada. Made telah melakukan pembuktian optimasi ini lewat suatu penelitian dengan studi kasus pada sistem kelistrikan Jawa-Bali dan telah menghasilkan berbagai publikasi baik tingkat nasional maupun internasional. Menurutnya, dengan teknik NSGA dapat dilakukan simulasi berbasis iterasi dengan menaikkan pembebanan sistem secara bertahap hingga mencapai optimal dengan tetap memenuhi konstrain tegangan dan saluran pada batas yang aman.

Uniknya lagi, NSGA ini telah pula dikembangkan untuk penempatan optimal pembangkitan berbasis renewable energy dan sistem kendali modern berbasis FACTS (Flexible Alternating Current Transmission System) pada grid. “Optimasi NSGA ini akan menentukan lokasi terbaik dan kapasitas optimal peralatan tersebut dengan dengan menjamin konstrain yang ditetapkan,” tuturnya. Sehingga manfaat lainnya lewat teknik optimasi ini adalah selain menjaga sistem pada security konstrain juga stability konstrain. (her)

(Visited 179 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *