Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Ir. Rini Kartika Dewi, ST., MT., IPM., menyerahkan cenderamata kepada Aris Firmanuhadi alumnus Teknik Kimia ITN Malang angkatan 2002. (Foto: Bayu/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Teknik Kimia bukan sekadar tentang rumus dan perhitungan di kelas. Lebih dari itu, disiplin ilmu ini menjadi jembatan lahirnya berbagai inovasi yang dekat dengan kehidupan masyarakat, mulai dari energi terbarukan, teknologi pangan, pengolahan limbah, hingga bioteknologi modern.
Semangat inilah yang dihadirkan dalam kegiatan Open House dan Trial Class 2026 Program Studi Teknik Kimia S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) yang berlangsung di Ruang Amphi Gedung Elektro, Kampus 2 pada Sabtu (09/05/2026). Sebanyak 85 siswa dari 9 SMA/SMK se-Malang Raya diajak mengenal lebih dekat dunia Teknik Kimia melalui pengalaman belajar interaktif, diskusi inspiratif bersama dosen dan alumni, eksplorasi laboratorium, serta menyaksikan pameran produk hasil karya mahasiswa.
Mengusung tema C.L.E.A.R (Chemical Learning, Exploration and Realization), kegiatan ini dirancang untuk memperlihatkan bagaimana ilmu Teknik Kimia dipelajari secara bertahap, diuji melalui eksperimen, lalu diwujudkan menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
Open House dan Trial Class 2026 Prodi Teknik Kimia S-1, ITN Malang diikuti puluhan siswa dari berbagai sekolahan. (Foto: Bayu/Humas ITN Malang)
Kaprodi Teknik Kimia S-1 ITN Malang, Ir. Rini Kartika Dewi, ST., MT., IPM., menjelaskan bahwa ruang lingkup Teknik Kimia sangat luas dan terus berkembang mengikuti kebutuhan zaman.
“Teknik Kimia tidak hanya berbicara tentang proses industri, tetapi juga tentang inovasi, kreativitas, dan keberlanjutan. Mahasiswa dibekali kemampuan untuk menciptakan solusi di bidang energi, pangan, lingkungan, hingga kewirausahaan berbasis teknologi,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, para siswa juga diperkenalkan pada berbagai fasilitas laboratorium unggulan ITN Malang, seperti Laboratorium Bio Energi, Teknologi Minyak Atsiri, Teknologi Bahan Makanan, dan Teknologi Pengolahan Limbah. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bukti bahwa proses pembelajaran di Teknik Kimia tidak berhenti pada teori, tetapi juga menekankan praktik, riset, dan pengembangan inovasi.
Baca juga: Inovasi Pangan: Teknik Kimia ITN Malang Dampingi SMAN 1 Karangan Trenggalek Kembangkan Olahan Soman
Narasumber kegiatan, Dr. Ir. Nanik Astuti Rahman, ST., MT., IPM., menegaskan bahwa laboratorium merupakan ruang penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan ide dan keterampilan profesional.
“Mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep, tetapi juga belajar bagaimana menerapkannya menjadi teknologi yang dapat menjawab tantangan industri dan lingkungan,” ujarnya.
Sementara itu, alumnus Teknik Kimia ITN Malang angkatan 2002, Aris Firmanuhadi yang sekaligus juga merupakan alumnus SMK Putra Indonesia Malang (SMK PIM), turut membagikan pengalaman karirnya di dunia industri global. Ia yang saat ini berkarir di PT Henkel Adhesive Technologies, mengajak para siswa untuk terus melanjutkan pendidikan dan mengembangkan kompetensi diri, baik melalui kemampuan komunikasi, manajemen waktu, sertifikasi keahlian, maupun penguasaan bahasa asing.
“Jangan berhenti di level SMA atau SMK jika ada kesempatan kuliah. Dunia kerja sekarang minimal butuh S-1. Di kampus, asah kemampuan komunikasi dan manajemen waktu,” pesan Aris.
Melalui kegiatan ini, Teknik Kimia ITN Malang berharap dapat membuka wawasan generasi muda bahwa dunia Teknik Kimia merupakan bidang yang dinamis, aplikatif, dan memiliki peluang karier luas di masa depan. (Humas ITN Malang)

