Kepala Biro SDM ITN Malang, Dimas Galuh Swasono, S.Psi, memberikan sambutan pada pelatihan kerja tenaga kependidikan ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas)
itnmalangnews.id – Biro Sumber Daya Manusia (SDM), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menyelenggarakan pelatihan kerja bertajuk “Hack Your Growth: Navigate to Excellence” bagi tenaga kependidikan/karyawan di lingkungan ITN Malang. Pelatihan berlangsung selama lima hari, mulai Senin-Jumat (07-11/07/2025) di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) Kampus 1 ITN Malang. Pelatihan bertujuan untuk meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan kompetensi kinerja (bersertifikat) guna mendukung kegiatan akademik maupun non-akademik ITN Malang secara optimal.
Bekerja sama dengan Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Genius Learning Solution (GLS) Malang, pelatihan diikuti 35 tenaga kependidikan dari berbagai unit yang dibagi menjadi dua batch (Grup A & Grup B). Materi pelatihan mencakup soft skill dan hard skill, yang dirancang relevan dengan perkembangan era digital, kebutuhan pelayanan kampus, serta akreditasi.
Baca juga: ITN Malang Sosialisasikan Prosedur Baru Kenaikan Jabatan Akademik Dosen
GLS Academy adalah lembaga kursus dan pelatihan dengan tenaga profesional bersertifikat di bidangnya. Menyediakan kursus dan pelatihan komputer, bisnis, dan digital marketing. Peningkatan skill dan kompetensi kerja mengikuti standar kompetensi nasional KKNI, SKKNI.
Kepala Biro SDM ITN Malang, Dimas Galuh Swasono, S.Psi, menjelaskan, pelatihan ini merupakan inisiatif Biro SDM yang selaras dengan arahan pimpinan. Tujuannya untuk meningkatkan kompetensi kinerja karyawan, sekaligus memenuhi kebutuhan borang akreditasi yang mensyaratkan SDM tersertifikasi.
“Saat menghadapi akreditasi atau borang, kami melakukan catatan-catatan yang sekian lama sudah menjadi kebutuhan dari ITN. Salah satunya diminta membuktikan bukti otentik seperti sertifikat. Ini menjadi hal yang dibutuhkan,” ujarnya saat ditemui di sela-sela kegiatan.
Dimas menyampaikan, didukung institusi pihaknya berencana melakukan kerja sama (MoU) dengan lembaga pelatihan. Nantinya pelatihan akan berkelanjutan, dan tidak hanya untuk tenaga kependidikan, tetapi juga untuk laboran yang diwajibkan memiliki sertifikat keahlian, serta membuka pintu bagi dosen khususnya yang belum memiliki sertifikat keahlian.
Hari pertama pelatihan dibuka dengan sesi soft skill bertema “Service Excelend”, sementara pada hari kedua hingga kelima pelatihan dilanjutkan dengan materi Administrasi Perkantoran, yang mencakup: Pelatihan dasar pengelolaan data spreadsheet dengan Ms. Excel, pelatihan penggunaan formula Excel lanjutan untuk administrasi dan database, pelatihan pembacaan data dan teknik visual data untuk pelaporan administrasi, pelatihan pembuatan dan pengelolaan dokumen administrasi perkantoran, serta manajemen data dan presentasi data.
Baca juga: Ciptakan Lingkungan Kampus yang Aman dan Nyaman, ITN Malang Bentuk PPKPT
“Kami harapkan seluruh peserta mengikuti pelatihan dengan senang hati dan gembira, tidak menjadikannya sebagai tuntutan atau tugas. Dengan karyawan ITN Malang memiliki kemampuan bersertifikat mereka akan memiliki kepercayaan diri yang lebih dalam memberikan pelayanan kepada mahasiswa, dosen, maupun pimpinan, serta menjadi SDM yang tepat guna dan efektif dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” pungkasnya.
Pelatihan inipun mendapat tanggapan dari Ina Anggraini, staf administrasi Teknik Sipil S-1. Ia merasa materi Service Excellence sangat berguna untuk menambah wawasan dalam menghadapi mahasiswa. Selama ini dalam menghadapi mahasiswa Ina selalu mencoba memposisikan diri sebagai mahasiswa. Dengan begitu, ia bisa memahami bagaimana pelayanan yang membuat mahasiswa merasa nyaman.
“Dalam pelatihan ini Kami diajari semuanya terkait service excellence. Sebagai admin sekaligus customer service prodi materi ini membantu saya mengevaluasi diri, dimana letak kekurangan saya, dan apa yang perlu ditingkatkan,” ujarnya.
Mengenai pelatihan hard skill Administrasi Perkantoran, Ina merasa ini me-review ulang rumus-rumus yang pernah ia pelajari semasa SMA dan kuliah. Pada tugas kesehariannya di prodi, excel sangat berguna, apalagi saat menghadapi akreditasi yang memerlukan tidak hanya kompetensi skill yang baik, tapi juga dibuktikan dengan sertifikat.
“Sebagai staf administrasi sangat membutuhkan penggunaan Excel, sehingga saya merasa wajib menguasainya,” tutupnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

