Tarian Tebe-Tebe dan Suru Boek Pukau Peserta Natal ITN Malang

itnmalangnews.id – Ratusan peserta dalam acara peringatan Natal keluarga besar ITN Malang pada Sabut (16/1/16) lalu terpukau pada penampilan sejumlah mahasiswa asing asal Timur Leste saat menampilkan tarian Tebe-tebe dan Suru Boek. Saat itu para mahasiswa yang berjumlah sekitar 13 orang menarikan dengan lincah dua tarian adat mereka. Sontak saja membuat semua peserta memberikan tepuk tangan yang meriah. Sejumlah orang lainnya mengeluarkan kamera untuk merekamnya.

tarian-tebe-tebe-dan-suru-boek-pukau-peserta-natal-itn-malang

Domingos da Costa Gomes, salah satu peserta tari asal Timur Leste, mengatakan bahwa dua jenis tarian adat itu adalah Tebe-Tebe dan Suru Boek. Dua tarian ini biasanya dilakukan oleh mayarakat Timur Leste dalam dua situasi yang berbeda. “Tari Tebe-Tebe dilakukan pada saat ada ritual tertentu, sementara Suru Boek pada saat ada pesta, seperti pesta pernikahan,” terang mahasiswa jurusan arsitektur tersebut saat diwawancarai di lokasi acara Aula kampus I ITN.

Dua tarian yang dipersembahkan dalam peringatan Natal ITN Malang itu Tebe-Tebe dan Suru Boek menggunakan busana dan gerakan yang berbeda. Tebe-Tebe menggunakan pakaian separuh dada, ramput digerai, kemudian memasang warna keemasan dikepalanya yang membentuk tanduk. Itu bagi yang putri. Sementara yang putra menggunakan selendang dan pedang berwarna keemasan yang dipikul dibahunya. Kemudian mereka bergerak melompat-lompat. “Padang itu perlambang keperkasaan,” lanjut Domingos.

Sementara untuk Suru Boek menggunakan pakaian serba hitam bagi yang putra. Yang putri sebagaimana Tebe-Tebe menggunakan pakaian separuh dada. Sementara gerakannya lebih romantis. Gerakannya didominasi dengan gaya dansa ala-ala Eropa. (her)

(Visited 357 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *