itnmalangnews.id – Nama Ayu Ambarwati sudah tidak asing lagi ditelinga mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Selain mudah diingat, dia memang cukup aktif di beberapa unit kegiatan mahasiswa di kampus, di antaranya resimen mahasiswa (menwa) dan UKM Pesan yang bergerak di bidang anti narkoba. Yang paling spesial lagi, orangnya sama dengan panggilannya: Ayu (cantik).
Ditemui di ruang humas ITN Malang, gadis penggemar novel Tere Liye tersebut menceritakan seabrek aktivitasnya sembari menjalani ibadah puasa. Pada prinsipnya, bagi mahasiswi semeter enam tersebut tidak terlalu banyak perbedaan antara bulan Ramadan dan bukan. Dia tetap saja menjalani aktivitas sebagaimana biasanya. “Saya tetap biasa masuk kuliah apalagi sekarang ujian, kamudian kalau senggang langsung ke Mako (menwa),” tuturnya tersenyum.
Malah dara yang juga wakil komandan Menwa tersebut merasa lebih dapat mengendalikan emosi di bulan puasa ini. Yang biasanya cukup tegas dan agak setengah marah-marah saat ada anggota Menwa yang macam-macam, kini dia lebih menahan diri. “Biasanya kalau ada yang melanggar saya agak marah, tetapi di bulan puasa pas mau marah ingat puasa, dan nggak jadi marah,” terang mahasiswi jurusan teknik lingkungan tersebut.
Namun Ayu mengakui bahwa saat ini ada begitu banyak tugas yang harus dikerjakan. Menjelang liburan tugas dari kampus menumpuk, dan ini harus dikerjakan karena akan berpengaruh terhadap nilai. Sementara dia dituntut nilai harus bagus terus mengingat dirinya juga mendapat beasiswa Bidikmisi. “Wah kalau nilai tidak memenuhi bisa dicabut beasiswanya, karena itu saya harus berusaha keras,” katanya penuh semangat.
Di sisi lain, di UKM Pesan dimana ia menjadi sekretaris juga sedang mempersiapkan banyak hal mulai dari perbaikan struktur kepengurusan, program kerja, serta persiapan untuk PKKMB yang tak lama lagi akan tiba. “Kita ingin nanti di PKKMB semua mahasiswa baru diambil sample urinnya untuk dites, kalau sebelumnya hanya sample beberapa orang. Itu kurang qualified kayaknya,” imbuhnya.
Meskipun kegiatan yang begitu padat di kampus, Ayu selalu berupaya pulang ke rumah di Wagir, Kabupaten Malang untuk buka bersama keluarganya. Apalagi sang ibu selalu menyiapkan menu buka puasa yang menjadi favoritnya. “Tapi kalau terlalu malam di kampus, saya kadang buka bersama dengan teman-teman, dan itu juga menyenangkan,” terang dara yang mengaku sedang menyelesaikan tulisan novelnya itu. (her)
