Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., memberikan sambutan pada pertemuan menyambut Semester Genap 2025/2026. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Menjelang dimulainya perkuliahan Semester Genap 2025/2026, suasana Aula Kampus 1 ITN Malang tampak lebih serius dari biasanya, Kamis (12/02/2026). Bukan sekadar agenda rutin, pertemuan seluruh dosen ini menjadi momen terbuka mengenai komitmen dan arah institusi ke depan.
Keterangan foto: Sambut Era Digital Baru, ITN Malang Gelar Trial “New Siakad”: Sistem Terintegrasi Buatan Mandiri
Rektor ITN Malang, Awan Uji Krismanto, ST., MT., Ph.D., dalam sambutannya menyampaikan pesan yang cukup menohok. Ia menekankan bahwa upaya manajemen memoles wajah kampus tidak akan berarti apa-apa tanpa perubahan perilaku dari dalam.
“Bagaimana pimpinan manajemen berupaya mengubah wajah ITN itu tidak mudah, dan tidak murah. Tapi jujur saja, lebih mudah mengubah tampilan fisik daripada mengubah mindset, dan komitmen kita semua untuk ITN Malang,” tegas rektor di hadapan para dosen.
Rektor menyoroti pentingnya pelayanan prima kepada mahasiswa. Menurutnya, era dosen yang “sekadar datang, mengajar, lalu pulang” sudah harus ditinggalkan. Kedisiplinan jadwal, dan kehadiran menjadi kunci utama. “Satu komponen saja tidak bekerja maksimal, dampaknya akan ke seluruh institusi. Kita harus bergerak bersama, tidak bisa hanya satu atau dua orang saja,” imbuhnya.
Wakil Rektor I, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., memberikan sosialisasi Buku Pedoman Akademik. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Di sisi lain, Rektor juga blak-blakan soal tantangan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB). Meski tim promosi sudah bekerja keras mengunjungi lebih dari 300 sekolah dan mengantongi 40 ribu database, mengubah minat pendaftaran masih menjadi PR besar. “ITN kini bukan hanya berhadapan dengan sesama PTS, tapi juga PTN yang punya privilege. Maka, mari kita tingkatkan kualitas pelayanan dosen, dan keberhasilan mahasiswa menyelesaikan studi dengan lancar,” tutupnya.
Senada dengan Rektor, Wakil Rektor I, Dr. Ir. Jimmy, ST., MT., mengajak seluruh dosen mencermati kembali visi besar ITN Malang menjadi perguruan tinggi berkelas dunia pada tahun 2035. Visi ini bukan sekadar pajangan, tapi harus teraplikasikan pada kurikulum, dan metode pengajaran berbasis green technology.
“Pedoman akademik bukan untuk membatasi dosen, tapi memastikan setiap keputusan akademik adil, konsisten, dan bisa dipertanggungjawabkan. Kurikulum dan pembelajaran harus selaras dengan arah institusi, bukan sekadar mengikuti kebiasaan lama,” jelas Jimmy saat sosialisasi Buku Pedoman Akademik.
Baca juga: 57 Tahun ITN Malang: Membawa Semangat “Eling dan Waspodo” untuk Kembali Meraih Kejayaan
Menurut Jimmy, pedoman ini menjadi rujukan bersama dalam penyelenggaraan akademik di ITN Malang. Pertemuan ini untuk menyampaikan gambaran kebijakan akademik, menyamakan persepsi dosen lintas fakultas, dan menegaskan batas kebijakan institusi terhadap kebijakan personal.
“Ini akan menjadi landasan bersama dalam pembelajaran, penilaian, dan kelulusan mahasiswa. Fokusnya pada kebijakan, bukan prosedur teknis harian!” tegasnya.
Sepanjang hari, para dosen dibekali berbagai materi penting sebagai pedoman menyambut semester baru. Agenda tersebut meliputi: Sosialisasi Kode Etik Dosen oleh Wakil Rektor II dan Kepala SDM, Sosialisasi Buku Pedoman Kemahasiswaan oleh Wakil Rektor III, Sosialisasi Anti (Intoleransi, Bullying, Pernikahan Dini, Narkoba, dan Korupsi) oleh Kepala Satgas PPKTP (Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi).
Pada bidang digitalisasi dilakukan Pengenalan Fitur Baru Logbook Konsultasi Dosen Wali dan Bimbingan Tugas oleh Kepala Pustik. Kemudian Sosialisasi Penerimaan Mahasiswa Baru oleh Kepala LP2MB. Dan diakhiri Pemaparan Capaian Semester Ganjil 2025/2026, dan Rencana Kerja Semester Genap 2025/2026 oleh Direktur Pascasarjana serta para Dekan FTI dan FTSP.
Pertemuan ditutup dengan kesimpulan yang solid “ITN Malang siap menyambut Semester Genap 2025/2026 dengan semangat baru dan komitmen pelayanan yang lebih baik”. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

