Rektor Rajin Salat Tahajud Doakan Tersangka dan Korban Kekerasan ITN Malang

ITN MALANG NEWS – Dugaan kekerasan yang dilakukan mahasiswa Institut Teknologi Nasional Malang pada sesi penerimaan mahasiswa baru tahun 2013 lalu ternyata tidak terbukti. Hal itu sebagaimana diputuskan Pengadilan Negeri (PN) Kepanjen pada Kamis (7/5) lalu. Yang mana keempat tersangka diantaranya, Dr.Ir. Ibnu Sasongko,MT (mantan ketua jurusan Planologi), Natalia Damayanti, Putra Arif Budi Santoso, dan Halim Nurohman (ketiganya mahasiswa Planologi) divonis bebas. “Akhirnya doa kami keluarga besar ITN Malang terkabul,” terang Dr.Ir.Lalu Mulyadi,MT, Rektor ITN Malang (8/5) saat ditemui di ruang kerjanya.

rektor-itn-malang-berdoa-khusus-untuk-tersangka-dan-korban-kekerasan-itn-malang

Menurut pria asal Lombok tersebut, putusan pengadilan ini adalah putusan terbaik utamanya bagi tersangka dan korban kekerasan ITN Malang. Memang selama ini, pihak ITN tidak henti-hentinya mengontrol setiap perkembangan hukum mahasiswa dan salah satu dosennya tersebut. Dia juga mengaku sudah berupaya memberikan bantuan hukum demi kelancaran proses hukum yang dilaluinya. “Kami juga juga tak berhenti menyambung doa buat mereka, bahkan semalam sebelum putusan pengadilan, saya salat tahajud khusus kelancaran mereka,” tambah pria yang akrab disapa Lalu itu.

Dia juga menegaskan, bahwa keputusan pengadilan ini adalah keputusan yang murni, artinya tidak ada sedikitpun intervensi dari pihak ITN. Keluraga besar ITN hanya memberikan motivasi dan support tiap kali mengunjungi mereka (saat menjadi tersangka) agar tidak down mentalnya. “Dengan apa kami bisa intervensi, kami bukan siapa-siapa kok terhadap pengadilan, kami tak punya otoritas untuk mempengaruhi proses hukum,” tandasnya. Dengan demikian, putusan hukum ini adalah putusan yang seadil-adilnya yang telah dibuat oleh para hakim di pengadilan.

Dengan putusan ini, Lalu menyatakan bahwa selama ini yang digembar-gemborkan media bahwa ada kekerasan dalam orientasi penerimaan mahasiswa baru sama sekali tidak terbukti. “Bahkan proses hukum yang kami lakukan ini atas permintaan media. Kami sudah lakukan, dan ternyata tidak terbukti,” pangkasnya. (her)

(Visited 264 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *