ITNMALANGNEWS.COM – Satu hal hal penting dari peristiwa sumpah pemuda adalah semangat kesatuan pemuda untuk menjadi diri pribadi yang merdeka. Serta kehendak kuat untuk melepaskan semua ego masing demi tercapainya persatuan bangsa. Demikian ulasan Dr.Ir Lalu Mulyadi,MT, rektor ITN Malang dalam acara upacara memperingati hari sumpah pemuda yang ke-87 di halaman ITN kampus I kemarin (28/10).
Dalam acara yang diikuti oleh seluruh karyawan dan dosen tersebut, Lalu, sapaan untuk rektor ITN Malang itu menekankan bahwa spirit sumpah pemuda sangat tepat digunakan untuk mengatasi dampak negatif globalisasi. Menurut pria asal Lombok tersebut, globalisasi dalam bentuknya perkembangan teknologi dan arus informasi bagai pisau bermata dua. Satu sisi bermanfaat dan sisi lain berpotensi buruk jika digunakan dengan tidak benar. “Ada banyak kasus-kasus kekerasan yang setelah ditelusuri bermula dari interaksi mereka di media,” papar bapak empat anak tersebut.
Pria yang kini menjabat sebagai rektor ITN Malang menjelaskan bahwa arus teknologi dan informasi membuat kehidupan tanpa batas, relasi agama, relasi budaya dan tradisi berlangsung tanpa waktu dan wilayah. Dalam ke serba tak terbatas ini yang terjadi adalah kesulitan melakukan kontrol. Para orang tua dan sekolah kesulitan melakukan pengawasan terhadap anak dan anak didik. Ini semua adalah potensi untuk disalahgunakan.
Tetapi, dengan spirit sumpah pemuda kemungkinan buruk itu dapat diatasi. Peristiwa sumpah pemuda mengajarkan agar pemuda mandiri, dan berdiri di garda depan untuk membangun bangsa dan masyarakat. Jika ini dapat diinternalisasikan maka para tenaga pengajar dan para orang tua hanya menjadi pendorong bagi kemajuan pemuda.
Hal lain yang juga disinggung oleh rektor ITN Malang adalah soal pengelolaan sumber daya alam (SDM) yang berkelanjutan. Menurutnya, Indonesia sangat kaya SDA, tetapi pengelolaannya perlu ditingkatkan. “Kita sadar bahwa bangsa kita paling banyak memiliki hutan yang sebenarnya baik, tetapi karena salah kelola maka Indonesia menjadi penyumbang asap terbesar di Asia Tenggara karena hutannya terbakar,” kritik alumni Universitas Teknologi Malaysia (UTM) itu,
Dalam upacara bertema Revolusi Mental Generasi Muda Membina Karakter Mandiri, turut hadir wakil rector ITN Malang I, Kustamar, wakil rektor II, Julianus Hutabarat, dan wakil rektor III, I Made Wartana, serta beberapa dekan ITN Malang. (her)

