Puisi Karya Zahro Syaquilla Ar

Persimpangan

Aku masih di persimpangan

Menunggu Tuan yang akan datang

Seorang kekasih yang telah ditinggalkan sembarangan

Ditinggalkan meronta-ronta di jalan

Hingga ia hanya terdiam

Hilang suara parau tenggorokan,

Hanya tinggal nafas yang tersengal-sengal

Minta belas kasihan sang Tuan

 

Romansa hingga Tak Terbangun

Telah ku tanya ribuan kali
apakah kau cintai ini hati?

Lalu kau hanya menggeleng malu
katamu, “bukan sekarang jawabnya.”

Lalu aku masih tak kuasa ingin bertanya
katamu, “bersabarlah.”

Hingga malam tak kembali mendendangkan kidung romansa
di antara hening dalam kesendiriannya

Hingga aku terlelap tidur,
dan tak mampu dibangunkan kembali

 

Kekasih yang Menunggu

Ketika aku ingin ditali sebuah rindu

Namun kau tak memberikan itu

Aku hanya kelu

Apakah ini memang jawabmu

Untuk kekasihmu yang sudah lama terpaku

Menunggu jawaban untuk cinta yang rapuh

 

Resap

Terusik dalam hati risau bekelana menunggu kerlingan senyum di pusat kota
sambil mengulang suara parau yang hanya berusaha berkata,
“Aku sudah lama tak kau beri sepisau darah kebahagiaan, seperti yang telah kau beri pada wanita itu.”

 

Zahro Syaquilla Ar, Mahasiswa Jurusan Sastra Indonesia Universitas Negeri Malang

(Visited 190 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *