Profesor Asal Jepang Jelaskan Manajemen Bencana Jepang di ITN Malang

itnmalangnews.id – Jepang merupakan suatu kawasan yang cukup rawan bencana alam seperti gempa, yang terbaru pada 2011 lalu gempa 9.0 skala richter mengguncang negeri sakura itu. Tak hanya goncangan, setelah itu disusul dengan gelombang tsunami yang tak kalah dahsyatnya. Memang bencana tak bisa ditahan, tetapi bagaimana manajemen bencana Jepang saat kejadian itu perlu masyarakat Indonesia pelajari. Demikian pemaparan Prof. Dr. Bambang Rudyanto, M.Sc, guru besar Wako University Jepang saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Kamis (12/10)

Profesor Asal Jepang Jelaskan Pentingnya Disaster Manajemen di ITN MalangDalam acara bertema Technology of Geographic Information System and Remote Sensing for Disaster Management, Prof. Bambang menjelaskan bagaimana manajemen bencana Jepang bekerja menghadapi berbagai jenis bencana termasuk 2011 yang mengerikan itu. Menurutnya, Jepang hanya butuh 2 menit untuk menyiarkan kabar bencana di semua stasiun televisinya. Kemudian tiga menit dari peringatan awal sudah ada informasi akan tsunami besar. “Jadi satu menit BMKG Jepang mengumpulkan data, dan satu menit lainnya untuk menyebarkan informasi. Jadi sangat cepat,” kata alumni SMA PPSP Malang itu.

Kecepatan memberikan informasi bagi masyarakatnya ini membuat negera Jepang dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya jumlah korban. Sebelum tsunami tiba warga Jepang sudah menyelamatkan diri. “Info tsunaminya lengkap, mulai dari berapa tingginya gelombang, dan kearah mana saja akan menyebar. Ditambah lagi saat ini, kemajuan smartphone yang pesan, informasi bencana semakin cepat di Jepang,” kata dia.

Kecepatan Jepang tanggap dalam bencana karena mereka memiliki big data khususnya berkaitan dengan Geographic Information System (GIS). Big data inilah yang memudahkan BMKG Jepang mudah dan cepat melakukan analisis bencana sehingga early warningnya juga cepat. “Indonesia sangat bisa menggunakan big data seperti Jepang, tapi harus singkron dulu semua pihak, misalnya antara BMKG dan BNPB,” tuturnya. (her)

(Visited 218 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *