Prof. Kemal Taruc: Yang Berubah Manusianya Bukan Kotanya

itnmalangnews.id - Ketahanan pangan masyarakat dunia sedang menjadi sorotan tidak hanya bagi para pengembang teknologi pangan. Tetapi juga bagi para ahli yang konsen dibidang perencanaan tata ruang wilayah dan kota. Karena memang pengembangan ruang dan dan wilayah pada hakikatnya untuk kebaikan manusia. Demikian ulasan Prof. Kemal Taruc, host Northeastern University Boston, saat menjadi pembicara dalam kuliah tamu di jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Jumat (20/10).

Prof. Kemal Taruc Yang Berubah Manusianya Bukan KotanyaMenurut Prof. Kemal konsep saat ini yang berkembang untuk masyarakat adalah socio-ecological. Yaitu sebuah sistem masyarakat terbuka (open society) yang mempertimbangkan bagaimana interaksi antar masyarakat yang kemudian berdampak pada penataan dan perbaikan ekologis. “Harus diakui saat ini kehidupan kota sangat komplek, sehingga tata ruang harus mempertimbangkan manusianya. Karena memang yang berubah adalah manusianya bukan kotanya,” lanjut pria yang juga dosen di Universitas Tarumanegara, Jakarta itu.

Selain itu, Prof. Kemal juga mengajak pada para mahasiswa untuk memperdalam kemampuan bahasa Inggrisnya. Karena apapun alasannya saat ini bahasa Inggris sangat dibutuhkan termasuk untuk pengembangan pengetahuan. Ada banyak cara yang dia berikan pada para mahasiswa yaitu dengan membiasakan diri menulis sesederhana mungkin dan dimasukkan dalam blog. “Setiap kali kita ke lapangan, lalu amati sekitar kemudian tuangkan dalam bahasa Inggris dan masukkan blog,” sarannya. (her)

(Visited 249 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *