Pengarahan untuk Mahasiswa Bidikmisi ITN Malang Angkatan 2019

itnmalangnews.id – Bertempat di Ruang Serbaguna Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Rabu (28/08), diselenggarakan pengarahan pemberian bantuan penerima beasiswa Bidikmisi bagi mahasiswa baru tahun akademik 2019/2020. Agenda hari ini adalah penandatanganan surat keputusan, pengambilan jas almamater, dan foto Kartu Tanda Mahasiswa (KTM). Pertemuan melibatkan pejabat struktural ITN Malang pada bidang terkait, mahasiswa, dan orang tua atau wali.

Pengarahan untuk Mahasiswa Bidikmisi ITN Malang Angkatan 2019

 Rektor ITN Malang memberikan pengarahan terhadap mahasiswa bidikmisi dan orang tua/wali. (Foto: Ata/itnnews)


Pada tahun ini ITN Malang menerima 21 mahasiswa Bidikmisi dengan rincian 20 dari Kemenristekdikti dan satu dari ITN Malang, tetapi pertemuan hari ini khusus untuk 20 mahasiswa Bidikmisi dari Kemenristekdikti. Berdasarkan penuturan Ir. Bambang Wedyantaji, MT, Ketua Lembaga Penerimaan Mahasiswa Baru (LPMB), 21 mahasiswa tersebut telah melalui tahapan-tahapan seleksi. Dari 105 pendaftar, terdapat 70 berkas yang lolos seleksi administrasi. Sebanyak 70 nama ini dikerucutkan lagi menurut faktor akademik dan ekonomi. ITN Malang turut menerjunkan tim peninjau untuk visitasi calon mahasiswa Bidikmisi.

Atas dasar ketatnya seleksi, Bambang optimis terhadap kualitas para mahasiswa Bidikmisi. Ia beranggapan selama mahasiswa mengikuti seluruh proses pembelajaran, hasilnya akan baik sebab ITN Malang berorientasi proses. “Kalian terpilih berdasarkan akademik dan prestasi. Selama kalian mengikuti proses di ITN Malang, saya yakin kalian tidak akan gagal. Tidak sampai ikut semester antara dan lulus lama. Jangankan minimal IPK 2,5, mahasiswa Bidikmisi biasanya IPK di atas 3,” terangnya.

Selama menjalankan proses perkuliahan, mahasiswa Bidikmisi mendapatkan biaya pendidikan dan kekurangan biaya akan ditutupi oleh institusi. Bidikmisi menutup semua biaya kuliah, kecuali untuk Studi Ekskursi. Bantuan kuliah ini masih ditambah biaya hidup 650 ribu rupiah per bulan yang dicairkan tiap semester melalui rekening Tabunganku Mandiri.

Satu dari 21 mahasiswa terpilih itu adalah Alessandro Pareira Saputra Wula asal Samarinda. Keluarganya merasa berat jika mendaftar di jalur reguler sehingga ia mencoba lewat Bidikmisi. “Saya ingin melanjutkan ke Arsitektur karena di SMK saya jurusan Teknik Gambar Bangunan. ITN Malang direkomendasikan oleh guru SMK saya. Setelah berhasil masuk, saya berharap bisa berprestasi agar membanggakan orang tua dan kampus,” cerita Alessandro ketika ditemui usai acara.

Baca juga: Kisah Anak Petani yang Lolos Bidikmisi dan Nyambi Driver Ojol Jadi Wisudawan Terbaik ITN Malang

baca juga: Dunia Kerja Butuh Soft Skill, Mahasiswa Bidikmisi Jangan Hanya Kejar IP

Di sisi lain, Rektor ITN Malang Dr. Ir. Kustamar, MT berpesan agar mahasiswa Bidikmisi dapat memilah kegiatan mereka. Menurutnya, di dunia perkuliahan terdapat banyak hal aneh yang berpotensi menjuruskan mahasiswa. “Di dunia kampus banyak hal aneh, berhati-hatilah. Jauhi narkoba. Banyak organisasi di luar kampus, dan pesan saya ilmu apa saja baik dipelajari asal bisa bagi waktu. Kalau ada unek-unek lebih baik disampaikan melalui dosen wali dahulu yang dapat diproses secara bertahap. Di sini semua kebijakan kita upayakan demi kebaikan bersama,” jelas Kustamar.

Rektor melanjutkan jika orang tua tidak perlu khawatir kehilangan pengawasan terhadap anak mereka. Nilai akademis dapat dipantau secara daring di laman siakad. Pada pertemuan 14 September mendatang para orang tua diberi password tersendiri untuk mengaksesnya. (ata)

Link : www.itn.ac.id

(Visited 757 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *