Muhammad Yazid Khumaidi, mahasiswa ITN Malang Juara 1 Kelas D Kategori Dewasa Putra Cabor Pencak Silat Prestasi, Kejuaraan IPSI Kabupaten Malang Antar Pelajar Tahun 2026. (Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Muhammad Yazid Khumaidi berhasil membawa pulang medali emas atau Juara 1 dari Kejuaraan IPSI Kabupaten Malang Antar Pelajar 2026. Turun di Kelas D Kategori Dewasa Putra, mahasiswa Bisnis Digital S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) ini membuktikan bahwa fisik yang sedang tidak prima bukan alasan untuk menyerah. Meski bertanding melawan atlet-atlet unggulan pada Jumat-Minggu, (1-3/06/2026) di SMAN 1 Sumberpucung kemarin, Yazid sukses naik ke podium tertinggi.
Kemenangan ini terasa spesial sekaligus penuh perjuangan. Yazid yang juga merupakan Ketua UKM PSHT ITN Malang ini mengaku kondisinya sudah “drop” sejak sebelum naik gelanggang pada tanggal 1 Mei. Namun, ia memilih tetap bertanding demi mengejar target awal yakni seleksi menuju Kejurprov.
“Kemarin itu tensi saya rendah, badan panas, dan kepala pusing. Namun, bagi saya sakit itu bukan halangan. Yang penting mental bertandingnya masih ada. Mindset-nya harus diubah, kita harus jadi juara. Kalau pas tanding saja sudah takut, ya sudah bisa diprediksi bakal kalah,” ungkap Yazid saat ditemui di kampus 2 pada Jumat (08/05/2026).
Muhammad Yazid Khumaidi, atlet PSHT ITN Malang Juara 1 Kelas D Kategori Dewasa Putra Cabor Pencak Silat Prestasi, Kejuaraan IPSI Kabupaten Malang Antar Pelajar Tahun 2026. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
Menurutnya, sepanjang turnamen, ia harus melewati tiga laga sengit melawan pesilat dari berbagai perguruan besar seperti ASAD (Perguruan Silat Nasional Ampuh Sehat Aman Damai) dan Perisai Diri. Di partai final, ia bertemu lawan tangguh dari Pagar Nusa yang juga berstatus sebagai atlet Porprov Kabupaten Malang.
Pertarungan final tersebut berlangsung sangat ketat. Skor terus berkejaran dari 4-4 hingga imbang di angka 11-11. Yazid yang memiliki tinggi 161 cm harus memutar otak melawan musuh yang jauh lebih tinggi (170 cm). Meski sempat terkena tendangan T, dan gerakannya terbaca, berkat latihan intensif pada strike dan agility (kelincahan), ia mampu mengimbangi permainan lawan dan mengunci kemenangan lewat penilaian juri yang jeli.
Baca juga: PSHT ITN Malang Bersama Puluhan Pendekar PSHT Malang Raya Turun ke Jalan Berbagi Takjil
Sayangnya, perjuangan keras ini harus dibayar mahal. Akibat terlalu lelah dan kondisi kesehatan yang semakin menurun, Yazid harus dilarikan ke rumah sakit tepat setelah laga final di Sabtu malam. Ia menjalani perawatan hingga hari Selasa. Kondisi ini pun membuatnya harus mengambil keputusan berat untuk batal mengikuti seleksi Kejurprov pada 18 Mei mendatang.
“Mungkin yang Kejurprov saya batalkan dulu karena harus pemulihan. Target berikutnya tidak muluk-muluk, saya fokus persiapan untuk Kejurda saja nanti,” tambah Juara 2 Pencak Silat Sambung Roso Aremashter 2025 ini.
Bagi Yazid, keberhasilan seorang atlet 90 persen ditentukan oleh fisik yang dilatih secara mandiri, sementara pelatih berperan penting dalam menyusun strategi di lapangan. Menutup ceritanya, ia memberikan pesan singkat namun mendalam bagi rekan-rekan mahasiswa lainnya “Jangan mudah puas.” (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

