Natect, Applikasi Idenfikasi Pecandu Narkoba Karya Mahasiswa ITN Malang

itnmalangnews.id – Satu lagi, mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang membuat aplikasi smart phone yang dapat megidentifikasi pecandu narkoba. Applikasi yang diberi nama Natect (Narkotic Detection) itu akan membaca seseorang terkena narkoba atau tidak lewat citra wajah. “Jadi nanti, wajah seseorang akan dihadapkan ke kamera. Setelah presisi, maka akan keluar hasilnya, negatif atau positif,” terang Bastian Wisnu Priyatno, sang pembuat saat diwawancarai di ruang humas ITN Malang, Kamis (13/7).

Natect, Applikasi Idenfikasi Pecandu Narkoba Karya Mahasiswa ITN MalangMahasiswa yang akrab disapa Bastian tersebut menceritakan, bahwa pembuatan applikasi ini diinspirasi oleh persoalan narkoba di Indonesia yang tak kunjung selesai. Bahkan cenderung menyasar ke kalangan muda. Di sisi lain pihak yang berwajib masih cukup sulit dalam mengidentifikasi orang-orang pengguna barang haram tersebut. “Saya liat TV, penangkapan narkoba terus-menerus. Jelang dua hari berita narkoba lagi,” kata pemuda asal Pacitan tersebut.

Kegelisahannya pada penyalahgunaan narkoba ini, kemudian menemukan momentum saat dia mendapat mata kulaih deteksi ciri, pengolahan citra digital, dan computer vision. “Jika ciri seseorang bisa dideteksi, mengapa ciri pengguna narkoba tidak bisa. Saat itu, saya mulai mencoba menggabung-gabungkan ide,” lanjutnya.

Akhirnya, Bastian membuat deteksi pupil mata untuk pengguna narkoba. Dia mendapat pengetahuan bahwa pengguna narkoba pupil matanya berubah menjadi cenderung menebal. Namun sayang, upayanya ini tidak lolos dalam PKM pada 2016 lalu.

Masih penasaran dengan proyek teknologi tersebut. Dia lalu mencoba membuat applikasi yang berisi empat hal, yaitu deteksi, informasi, pelaporan, dan pencegahan dan rehabilitasi. Dengan begitu karyanya menjadi lebih kompleks, alhasil applikasi Natect itu lolos PKM dan didanai oleh Dikti. “Saat ini kami sedang bekerja untuk melengkapi penelitian untuk applikasi itu. Karena Agustus ini harus ready,” paparnya.

Selanjutnya, mahasiswa semester tujuh tersebut menceritakan cara kerja applikasi ini. Bahwa nantinya akan ada server yang akan mengolah semua data foto yang masuk. Baru setelah itu, di applikasi akan ada pemberitahuan bahwa foto itu terindikasi narkoba atau tidak. “Kami sudah menyiapkan citra-citra yang bisa dijadikan patokan untuk menilai foto yang masuk. Keputusan baru ada setelah diolah dulu diserver,” kata dia. (her)

(Visited 223 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *