Kolaborasi strategis GYPEM, Riset Juara, ITN Malang, didukung IKA ITN Malang dan Pemkot Malang sukses selenggarakan Edu Fest 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Ratusan pelajar hingga mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air memadati Kampus 1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), Sabtu-Minggu (23-24/05/2026). Mereka datang untuk saling berkompetisi dalam ajang bergengsi “Malang Edu Fest 2026”. Skala kompetisinya tidak main-main, diikuti lebih dari 7.000 peserta dari lebih 10 provinsi. Mereka semua datang demi memperebutkan piala bergengsi salah satunya Piala Wali Kota Malang.
Menariknya, kompetisi skala nasional ini menjadi makin memikat karena ITN Malang langsung memberikan reward konkret. Bagi para pemenang yang berhasil lolos dari ketatnya persaingan, kampus Teknologi dan Inovasi ini sudah menyiapkan beasiswa potongan Dana Pengembangan Pendidikan (DPP) hingga 50 %.
Acara besar ini lahir dari kolaborasi strategis antara Global Youth and Peace Education Movement (GYPEM), PT Riset Juara Abadi (RJA), dan ITN Malang, serta didukung penuh oleh Ikatan Alumni (IKA) ITN Malang, dan Pemerintah Kota Malang. Sinergi ini sengaja dibangun untuk memicu ekosistem kompetisi yang jujur, kredibel, sekaligus menjadi wadah inovasi demi mencetak calon pemimpin masa depan.
Suasana Edu Fest 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Ketua Panitia, Muhammad Ilham Akbar, ST, membeberkan betapa ketatnya tensi persaingan selama acara berlangsung. Terlebih momen ini bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Baca juga: Kompetisi Line Tracer ITN Malang Sukses Digelar, MAN 1 Pasuruan Dominasi Podium!
“Dari total 7.000 peserta, penyaringannya luar biasa ketat. Di kategori olimpiade, dari ribuan pendaftar disaring menjadi 400-an peserta di babak final. Sementara untuk kompetisi esai, dari 200 naskah dikerucutkan jadi 100 tim, hingga akhirnya didapat 5 besar yang memperebutkan Piala Wali Kota Malang. Panitia benar-benar menjaga agar penilaian se-fair mungkin, karena kami ingin kompetisi di Malang ini punya vibe yang berkelas,” jelas Ilham.
Sebagai informasi, Malang Edu Fest 2026 ini memayungi dua kompetisi utama yang berjalan beriringan: Hardiknas Olympiad Batch 4 (olimpiade sains dan sosial untuk SMP hingga mahasiswa), serta Naturaco Essay Competition Batch 2. Menariknya, ini adalah proyek kolaborasi offline pertama yang menggabungkan keahlian GYPEM di bidang olimpiade dan kekuatan riset dari Naturaco.
Suasana penjurian di Malang Edu Fest 2026 di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
Alasan GYPEM memilih mengadakan acara di ITN Malang, karena disamping ITN merupakan gudangnya para pemimpin, juga adanya kolaborasi yang telah lama terbangun antara IKA ITN dengan RJA.
Research Director GYPEM, Dana Yuda Kristiawan, PhD, mengungkapkan alasan kuat di balik penunjukan ITN Malang sebagai pusat (venue) puncak acara. Menurutnya, ITN Malang adalah representasi kampus masa depan yang punya rekam jejak panjang dalam melahirkan tokoh besar, salah satunya adalah Wali Kota Malang saat ini, Wahyu Hidayat.
Yuda akrab disapa juga melayangkan pujian untuk totalitas seluruh civitas akademika ITN Malang yang dinilainya sangat suportif.
“Dukungan dari pihak rektorat sampai alumni itu luar biasa sekali, sesuatu yang jarang kami temukan di kampus lain. Fasilitasnya bagus, ruangannya sejuk, toiletnya bersih, suasananya tenang dan nyaman. Ini membuat atmosfer akademik bagi para peserta, guru, dan akademisi yang hadir jadi benar-benar terasa,” ungkap Yuda.
Terkait kompetisi esai bertema “Pendidikan Berdampak Menuju Indonesia Emas 2045”, Yuda menegaskan bahwa panitia tidak ingin ide-ide brilian para peserta berakhir jadi tumpukan. Keresahan-keresahan lokal yang dibawa oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia akan dikurasi. Sebanyak 20 esai terbaik nantinya bakal dipublikasikan agar bisa ditindaklanjuti menjadi penelitian nyata yang bermanfaat langsung bagi masyarakat luas.
Melihat sukses besar dan tingginya antusiasme tahun ini, kolaborasi epik ini diproyeksikan tidak akan berhenti di sini. Pihak penyelenggara dan ITN Malang berencana menjadikan Malang Edu Fest bisa diulang kesuksesannya dan lebih baik lagi. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)


