Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang menggelar Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) untuk anggota himpunan. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Sebanyak 23 mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Mesin S-1 (HMM S-1) Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) mengikuti Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK). Bertempat di Kampus 2 ITN Malang, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis hingga Sabtu, (28-30/08/2025).
Baca juga: ITN Malang dan Poltekad Jalin Kerja Sama, Perkuat Sinergi Pendidikan dan Teknologi
Kolaborasi apik antara Prodi Teknik Mesin S-1 dengan Politeknik Angkatan Darat (Poltekad) Kota Batu ini bertujuan membentuk karakter mahasiswa yang disiplin, tangguh, dan memiliki jiwa kepemimpinan.
Sekretaris Prodi Teknik Mesin S-1, Tutut Nani Prihatmi, SS., S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pembinaan mental bagi para pengurus himpunan. “Pengurus himpunan harus punya mental yang kuat. Tidak hanya untuk mengelola anggota, tetapi juga karena di dunia industri membutuhkan mental yang tangguh,” ujarnya saat membuka acara.
Tutut menambahkan, kegiatan ini diinisiasi oleh Kaprodi Mesin S-1, dan pembina himpunan sebagai langkah awal untuk membentuk kedisiplinan dan kekompakan. Ia juga berharap, LDK akan menjadi agenda rutin tahunan tidak hanya untuk pengurus HMM S-1, tetapi juga untuk mahasiswa baru (Maba) Prodi Teknik Mesin S-1.
“Ini adalah upaya untuk meningkatkan jiwa kekeluargaan dan kekompakan di antara sesama pengurus,” jelasnya.
Kembalikan Identitas Mahasiswa Mesin yang Tangguh
Dosen Pembina HMM S-1, Djoko Hari Praswanto, ST., MT., menjelaskan latar belakang di balik inisiasi LDK. “Sejak tidak ada ospek pada tahun 2015, identitas mahasiswa mesin yang berjiwa keras, bertanggung jawab, kompak, dan disiplin mulai memudar. Bahkan, kami mendapat masukan bahwa alumni lulusan Teknik Mesin ITN mulai ‘lembek’,” katanya.
Menanggapi hal tersebut, Prodi Teknik Mesin S-1 berkolaborasi dengan Poltekad untuk mendidik mahasiswa secara profesional. Ia berharap, kegiatan ini menjadi pilot project yang berhasil dan dapat diteruskan ke generasi kepengurusan berikutnya.
“Tujuannya agar mereka memiliki jiwa korsa, tanggung jawab, disiplin, dan kekompakan,” lanjut Djoko.
PBB dan Wawasan Kebangsaan jadi Materi Andalan
Kapten Dahliman, SH., Arh., dari Poltekad menjelaskan, LDK Teknik Mesin S-1 mencakup materi Peraturan Baris Berbaris (PBB), kepemimpinan, dan wawasan kebangsaan.
“PBB bertujuan untuk membangun kekompakan dan jiwa korsa. Ada PBB di tempat dan PBB berjalan,” jelasnya.
Materi PBB di tempat, seperti sikap sempurna dan penghormatan penting untuk kegiatan formal seperti apel dan upacara. Sementara, PBB berjalan termasuk defile (parade) dan langkah tegap melatih kekompakan saat berpindah tempat.
Selain PBB, materi di dalam ruangan juga fokus pada kepemimpinan dan wawasan kebangsaan. Menurutnya, kepemimpinan sangat penting karena mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan.
“Untuk materi wawasan kebangsaan mengajarkan tentang Bhinneka Tunggal Ika, empati, dan cinta tanah air, agar mereka siap beradaptasi di lingkungan yang lebih luas dengan beragam pemikiran dan kepribadian,” bebernya.
Dahliman mengapresiasi Prodi Teknik Mesin S-1 ITN Malang atas inisiatifnya. “Kegiatan ini membantu mahasiswa lebih matang dalam mengambil keputusan dan beradaptasi, dari lingkungan kecil hingga lingkungan besar,” pungkasnya. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

