Mahasiswa ITN Malang Juara 1 Proggraming Bidang Mobil Robotics Kejuaraan Training Center ASEAN Skills Competition (ASC) XIII

itnmalangnews.id – Agung Darmawan mahasiswa Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang Juara 1 Proggraming dalam Kejuaraan Training Center ASEAN Skills Competition (ASC) XIII Mobile Robotics 2019 – 2020. Mahasiswa Teknik Elektro S-1 ini merupakan bagian dari 70 Calon Kompetitor (kontestan) ASC XIII yang semula akan dilangsungkan di Singapura pada tahun 2020. Namun, karena ketidakpastian situasi pandemi Covid-19 ASC XIII akhirnya diundur hingga tahun 2023 mendatang.

Agung Darmawan mahasiswa ITN Malang menerima plakat Juara 1 Proggraming Kejuaraan Training Center ASEAN Skills Competition (ASC) XIII Mobile Robotics 2019 – 2020 dari Dirjen Binalattas, Budi Hartawan

Agung Darmawan mahasiswa ITN Malang menerima plakat Juara 1 Proggraming Kejuaraan Training Center ASEAN Skills Competition (ASC) XIII Mobile Robotics 2019 – 2020 dari Dirjen Binalattas, Budi Hartawan, di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) RI, Kamis (10/12/2020). (Foto: Istimewa)


Baca juga: www.itn.ac.id

Agung sebelumnya tidak menduga bisa ikut seleksi nasional (seleknas) ASC XIII dan menjadi juara. Mengawali ikut lomba mobile robotics ASC XIII dalam seleksi daerah (selekda) di tahun 2019 dan berhasil menjadi juara 3. Keinginan Agung untuk ikut seleknas sempat kandas. Pasalnya yang masuk seleknas dan mengikuti training center selama satu tahun hanya untuk juara 1 dan juara 2. Namun, keberuntungan masih berpihak pada Agung. Berhubung ada salah satu anggota tim juara selekda mengundurkan diri, maka Agung diminta untuk menganti kekosongan tim dalam seleknas. Agung bergabung dengan tim Indonesia untuk ASC sebagai programmer dari ITN Malang dan rekan setimnya sebagai mekanik dari Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

“Salah satu kompetitor dari tim mobile robotics yang juara masuk seleknas ada yang mengundurkan diri. Maka, saya yang juara 3 selekda diminta menggantikan yang mengundurkan diri tadi. Setelah satu tahun mengikuti training center baru diadakan pemeringkatan antara dua tim tadi. Dan, seharusnya tim yang juara 1 akan melanjutkan lomba untuk tingkat ASEAN. Tetapi karena ada pandemi lomba tingkat ASEAN ditiadakan, hanya sampai sebatas pemeringkatan nasional saja,” beber Agung saat dihubungi lewat sambungan whatsapp, Minggu (20/12/2020).

Baca juga: Kenekatan Mahasiswa ITN Malang Berbuah Juara pada Seleksi Daerah ASEAN Skill Competition

Baca juga: E-Flash Raih Best Design Jember Line Tracer 2020

Pemeringkatan dilaksanakan tanggal 4-6 Desember 2020 di lokasi training center mobile robotics yang bertempat di PENS Surabaya. Sedangkan penyerahan juara dilaksanakan tanggal 10 Desember di Ruang Serbaguna Kantor Kementerian Ketenagakerjaan (KEMNAKER) RI di Jalan Jend. Gatot Subroto Kav. 51 Jakarta Selatan.

“Dalam training center (mobile robotics ) ada 2 tim. Tiap tim diseleksi lagi secara individu antara programmer melawan programmer dan mekanik melawan mekanik. Dan alhamdulillah yang juara 1 programmer dan mekanik semua dari tim saya. Untuk tim yang juara 2 dari PENS semua,” lanjut mahasiswa semester 7 ini.

Dikatakan Agung, kegiatan selama training center masing-masing tim yang terdiri dari progammer dan mekanik diharuskan membuat sebuah mobil robot yang dapat bertugas sesuai test project yang diberikan. Untuk ASC ke XIII ini test project yang diberikan adalah robot yang bertugas untuk mengambil sampah pada tiap-tiap kota yang dituju dan membuangnya ke waste management center.

Agung Darmawan mahasiswa ITN Malang (paling kanan) bersama Tim Indonesia ASEAN Skills Competition (ASC) XIII Kejuruan Mobile Robotics 2019 – 2020 (1)

Agung Darmawan mahasiswa ITN Malang (tiga dari kanan) bersama Tim Indonesia ASEAN Skills Competition (ASC) XIII Kejuruan Mobile Robotics 2019 – 2020. (Foto: Istimewa)


Teknis robotnya adalah robot membaca order berupa barcode dirobot home. Di dalam barcode terdapat data lokasi yang dituju dan sampah jenis apa saja yang diambil lalu membuangnya pada waste management center sesuai jenis sampah. Ketika menuju kota yang diorder, robot harus dapat membaca rambu lalu lintas, harus belok kemana, dan jalan mana saja yang tidak boleh dilalui.

ASC atau World Skills ASEAN (WSA) merupakan kegiatan rutin dua tahunan di lingkup ASEAN. Acara ini bertujuan untuk meningkatkan kerja sama pelatihan, promosi pendidikan dan pelatihan vokasi, serta meningkatkan kualitas tenaga kerja muda di kawasan ASEAN. Di bawah naungan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) RI, ASC juga merupakan ajang yang baik untuk mempromosikan tenaga kerja muda Indonesia.

Menurut Agung sebagai reward calon kompetitor ASC diberi pilihan, bisa meminta surat rekomendasi beasiswa atau rekomendasi kerja dari KEMNAKER. “Karena saya sudah hampir lulus jadi kemungkinan nanti akan minta surat rekomendasi kerja saja. Masih menunggu sertifikat BNSP belum keluar, tapi untuk tes BNSP nya sudah selesai,” tutup Agung berharap bidang robotics ITN Malang dapat lebih berkembang mengikuti perkembangan teknologi sekarang. (Mita Emininasari/ Humas ITN Malang)

(Visited 126 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *