itnmalangnews.id – Kehadiran Thomas F da Silva, duta besar Timur Leste untuk Indonesia ke Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang memastikan bahwa per Januari 2016 ini telah dilakukan penataan mahasiswa asal Timur Leste negara beribukota Dili tersebut secara online. Upaya ini untuk mengantisipasi sejumlah mahasiswa yang tidak dilengkapi surat izin belajar. Hal ini sebagaimana dinyatakan Dr. Ir. Lalu Mulyadi MT, Rektor ITN usai melakukan pertemuan dengan Thomas di ruang sidang rektorat pada Rabu (17/2/16) lalu.
Menurut Lalu dalam pertemuan tersebut Thomas menjelaskan bahwa sejauh ini ada sebanyak 7000 mahasiswa asal Timur Leste di seluruh Indonesia. Tetapi yang terdaftar di kementerian imigrasi Timur Leste hanya 4.000 orang. Sementara 3000 orang lainnya dipastikan tidak berizin belajar atau tidak memperpanjang surat izin belajar. “Di ITN sendiri ada 129 mahasiswa Timur Leste tetapi yang terekam hanya 20 persen saja,” terang pria asal Lombok tersebut.
Berdasarkan himbauan ini, ITN menyatakan kesungguhannya untuk terlibat dalam pendataan mahasiswa asal negara yang berdiri pada tahun 2000 tersebut. Dan hasilnya akan diserahkan ke kantor imigrasi. “Pada 28 Februari ini akan didata, jika tidak ada kabar maka mahasiswa asal Timur Leste yang tak memiliki izin belajar, diminta dipulangkan oleh dubes Timur Leste ke negaranya,” lanjut pria empat anak tersebut.
Untuk itu ITN berinisiatif membentuk tim yang menangani pengurusan izin belajar tersebut. Sehingga nanti pengurusan izin belajar tidak lagi dilakukan oleh mahasiswa melainkan pihak ITN yang berkoordinasi langsung dengan imigrasi. “Jadi orang ini semacam utusan imigrasi yang diletakkan di ITN. Nanti akan ditempatkan di BAAK. Silahkan mahasiswa asal Timur Leste yang masih bermasalah dengan izin belajar menghubungi kesana,” tutur Lalu. (her)
