itnmalangnews.id – Lomba kuat tekan beton yang diselenggarakan oleh teknik sipil Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menyisakan lima finalis. Ajang tahunan itu sendiri sebelumnya diikuti oleh 12 tim di Jawa Timur. Setelah dilakukan melalui beberapa tahapan lomba, akhirnya dinyatakan lima tim berhak berlomba di tahap final. Tim yang dimaksud adalah SMKN 2 Surabaya, SMK Balung Jember, SMKN Singosari, dan SMKN 7 Surabaya dua tim.
Para tim mempresentasikan karya betonnya di hadapan para dewan juri. Perlu diketahui pada 20 Desember 2016 lalu semua tim sudah membuat beton berbentuk silinder dengan panjang 30 sentimeter dan diameter kira-kira 10 sentimeter. Beton itu sudah direndam di air selama 28 hari untuk kemudian diuji dengan kuat tekanan 30 MPA. Dalam presentasi itu setiap tim menceritakan bagaimana campuran beton itu dibuat.
SMKN 2 Surabaya memaparkan bahwa komposisi betonnya sebagai berikut: semen 7,16 kilogram, pasir 15,84 kilogram, kerikil 21,20 kilogram, dan air 1,16 kilogram. Atau kalau dipersenkan semen 15 persen, pasir 35 persen, kerikil 40 persen, dan air 9 persen. “Campuran ini sudah sesuai dengan proposal yang kami ajukan,” Alfian Yuda juru bicara tim yang juga didampingi oleh dua temannya, Fristia dan Dimas Pratama.
Menurut Alfian, model campuran ini sudah memperhatikan kriteria lomba yaitu kelecakan dan kekuatan. Selain itu, juga dipaparkan berapa besar biaya yang dibutuhkan untuk membuat dua beton silinder dengan campuran sebagaimana dijelaskan. “Biaya tidak mahal, totalnya sekitar 953 ribu rupiah,” kata dia.
Adapun dewan juri dari dosen ITN Malang sendiri. Di antaranya, Ir. A. Agus Santosa, MT, Ir. Ester Priskarsari, MT, Ir. Bambang Wediantadji, MT.(her)
