Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) ITN Malang gelar program “Ristek on Point”, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Bagi sebagian orang, alat-alat laboratorium seperti Spektrofotometer UV-Vis atau flokulator terdengar asing dan baru akrab saat menginjak bangku kuliah. Namun, tiga mahasiswa Teknik Kimia S-1, Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang), berhasil memboyong pengalaman laboratorium kampus tersebut ke sekolah lewat program bertajuk “Ristek on Point”, di SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen, Malang, pada Sabtu (16/05/2026).
Baca juga: Chemical Learning is Fun! Cara Asyik Siswa Malang Kenalan dengan Dunia Teknik Kimia ITN Malang
Kegiatan ini merupakan program dari Departemen Ristek, Himpunan Mahasiswa Teknik Kimia (HMTK) ITN Malang, terdiri dari: Sasera Aulia Verdiana, B. Jetru Kelik Prayoga, dan Audiaz Archi Amallia. Sebanyak 18 mahasiswa Teknik Kimia turut terlibat termasuk dari Lab. Teknologi Bahan Makanan (TBM), Putri Maulidya Tetrani, dan Elvin Sindi Pratiwi. Mereka mengenalkan teknologi kimia dan cara membuat kecap ikan kepada para siswa SMK jurusan Kimia Industri, juga para siswa SMP yang mendadak ikut bergabung.
“Ristek on Point” ini menjadi ajang perdana mereka untuk turun langsung ke masyarakat. Menariknya, pemilihan lokasi ini bukan tanpa alasan. Selain karena pihak sekolah sangat terbuka, Sasera, Kepala Departemen Ristek HMTK yang menjadi salah satu pemateri, ternyata merupakan alumnus dari SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen.
“Karena ini pertama kalinya, tentu kami merasa sangat antusias sekaligus tertantang. Kami ingin HMTK bisa lebih dekat dengan masyarakat, khususnya siswa yang berminat di bidang kimia industri,” ujar Sasera saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp, Selasa (19/05/2026).
Menurutnya, fokus utama kegiatan ini adalah membantu sekolah terkait optimalisasi alat laboratorium. Pihak sekolah sebenarnya sudah memiliki beberapa instrumen modern, namun para siswa masih membutuhkan pendampingan dalam mengoperasikannya. Di sinilah mahasiswa ITN Malang mengambil peran untuk memberikan pengajaran praktis.
Baca juga: Trial Class C.L.E.A.R: Strategi Teknik Kimia ITN Malang Dekatkan Dunia Industri ke Generasi Z
“Untuk penyampaiannya, kami coba pakai bahasa yang sederhana dan contoh sehari-hari. Misalnya, saat menjelaskan spektro UV-Vis, kami mengibaratkannya seperti alat yang membaca seberapa ‘pekat’ suatu larutan berdasarkan cahaya. Kami juga terbantu dengan referensi video dari internet supaya lebih menarik,” jelas Sasera.
Ditambahkan Jetru, kegiatan ini bukan hanya mengenalkan alat laboratorium, mereka juga membawa demonstrasi pembuatan kecap ikan. Proses kimia pangan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari ini sukses memancing rasa penasaran peserta.
“Selama demo berlangsung, suasana seru. Para siswa aktif bertanya, dan memberikan pertanyaan tak terduga, mulai dari bahan baku hingga detail proses fermentasinya,” kata Jetru.
Diaz juga ambil bagian saat menceritakan tantangan mereka ketika tahu ada siswa SMP yang ikut hadir di lokasi. Agar materi tidak terasa terlalu berat bagi siswa SMP namun tetap berbobot untuk anak SMK, panitia langsung membagi fokus menjadi dua kelompok. Siswa SMK difokuskan pada pendalaman instrumen Kimia Industri, sementara anak-anak SMP diajak melihat demonstrasi langsung dengan penjelasan yang jauh lebih ringan dan interaktif.
“Rasanya sangat berkesan. Kami bisa merasakan langsung bagaimana ilmu di kampus ternyata bermanfaat untuk orang lain. Kami juga belajar banyak soal cara berkomunikasi dan menghadapi berbagai karakter peserta,” imbuh Diaz.
Lewat program perdana ini, HMTK ITN Malang berharap para siswa SMK Muhammadiyah 1 Kepanjen bisa lebih percaya diri dalam menggunakan instrumen laboratorium untuk kebutuhan industri. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)


