LDI ITN Malang Latih Jiwa Entrepreneur Anggota: Uang 5 Ribu Digandakan Jadu 30 Ribu

itnmalangnews.id – Latihan Kepemimpinan Studi Islam (LKSI) yang digelar oleh LDI ITN Malang terbilang unik. Pasalnya, meskipun temanya adalah latihan kepemimpinan tetapi para peserta juga diberi kesempatan untuk belajar langsung berwirausaha. “Kegiatan enterpreneur ini untuk menambah keahlian lain dari anggota. Dan kegiatan usaha ini selalu kami berikan dalam LKSI yang diselenggarakan setiap tahun”, terang Agus Suseni, ketua panitia, saat diwawancara di lokasi acara ruang amphi kampus dua.
Pola latihan entreprenur ini bisa dibilang sederhana tetapi mengena. Mula-mula peserta yang berjumlah 74 orang dibagi ke dalam 10 kelompok. Masing-masing kelompok ini diberikan uang 5 ribu rupiah oleh panitia, lalu uang itu dijadikan modal untuk memulai usaha. Peserta dilarang menambah modal itu, sekalipun dengan uangnya sendiri. “Kenapa kami batasi modalnya, agar peserta lebih kreatif dan inovatif bagaimana mengembangkan usaha,” lanjut mahasiswa semester tiga tersebut. Selain itu, peserta juga diberi target yaitu modal 5 ribu tadi harus meningkat menjadi minimal 30 ribu rupiah. Untuk memenuhi target tersebut peserta diberi waktu kurang lebih satu minggu.

ldi-itn-malang-latih-jiwa-entrepreneur-anggotaHasilnya cukup membanggakan, hampir semua kelompok dapat memenuhi target tersebut. Misalnya kelompok tiga yang dikomandoi oleh Ahmad Dahlan, berhasil mencapai target. Alan, demikian sapaan akrabnya, bersama kelompoknya menggunakan modal 5 ribu tersebut untuk jual pisang goreng. “Kami beli pisang goreng harga 500 rupiah. Kemudian kamibpotong jadi dua, lalu diberi coklat dan mesis. Barulah kami jual seharga 2 ribu rupiah pada temen2,” terangnya saat presentasi hasil usahanya.
Menurut mahasiswa jurusan teknik sipil S1 tersebut tidak behenti disitu. Dia bersama tim juga mengembang usaha ke minuman jelly coklat yang juga dijual pada temen-temannya. Itulah cara yang digunakan oleh kelompok tiga untuk menggandakan uang dari 5 ribu rupiah menjadi 30 ribu rupiah.
Sementara itu, Muhammad Latifudin, ketua umum LDI, menyatakan bahwa LKSI merupakan wadah bagi para mahasiswa untuk menempa diri dan saling berkompetisi satu sama lain. Tentu saja, kompetisi dalam kebaikan bukan untuk menjatuhkan orang. “Silahkan pertanyakan apa saja yang perlu di dalami dalam acara ini. Ini adalah awal bagi para peserta untuk bergabung dengan LDI,” ujarnya dalam acara bertem Aktualisasi Jiwa Kepemimpinan yang Berwawasan Islam Membentuk Karakter Dakwah yang Berkepribadian dan Berakhlaqul Karimah itu. (her)

(Visited 140 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *