Himpunan Mahasiswa Teknik Pencinta Alam (Himakpa) ITN Malang menjadi fasilitator dan petugas pengibaran bendera 17 Agustus di Ranu Kumbolo. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Semangat kemerdekaan tidak hanya digaungkan di kota, tetapi juga mencapai puncak gunung. Salah satu lokasi istimewa untuk merayakan Peringatan Kemerdekaan adalah di Ranu Kumbolo, jalur pendakian Gunung Semeru, Jawa Timur.
Himpunan Mahasiswa Teknik Pencinta Alam (Himakpa), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) bersama ratusan pendaki lainnya menghelat upacara bendera peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia di Ranu Kumbolo, pada Minggu (17/08/2025). Upacara ini merupakan tradisi sakral yang telah dijaga Himakpa sejak tahun 1983.
Baca juga: Himakpa ITN Malang Digandeng My Trip My Superadventure Episode 2 Jawa Timur Eksplorasi Coban Sewu
Sebanyak 15 anggota Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Himakpa berangkat dari Kampus 1 ITN Malang pada Jumat pagi (15/08/2025). Sore harinya bersama pendaki lainya mereka naik ke Ranu Kumbolo. Himakpa selain menjadi fasilitator juga bertugas sebagai tim pembawa dan pengibar Sang Saka Merah Putih. Tugas ini pun sudah menjadi tradisi turun temurun. Sementara petugas upacara lainnya diemban oleh anggota Forum Silaturahmi (Forsil) Malang dan para pendaki.
Ketua HIMAKPA, Laelatul Fitriyah menjelaskan, upacara bendera di Ranu Kumbolo bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme sekaligus sebagai bentuk syukur para pencinta alam karena bisa merayakan kemerdekaan di tempat istimewa.
“Ini adalah tradisi kami sejak 1983. Tujuan upacara di Ranu Kumbolo sebagai rasa syukur bisa merayakan kemerdekaan dengan cara kami sendiri, di ketinggian,” ujar Atul sapaan akrab Laelatul Fitriyah.
Tahun ini menjadi momen bagi Himakpa untuk kembali ke tradisi mereka, setelah sebelumnya upacara bendera 17 Agustus sempat terhenti lima tahun karena penutupan jalur pendakian di tahun 2019-2024. Dengan sekitar 200 pendaki yang hadir, upacara ini menjadi bukti semangat nasionalisme yang tak pernah padam.
Baca juga: Memasyarakatkan Olahraga Kayak, Himakpa ITN Malang Adakan Sinau Bareng Berkayak
Upacara di gunung tentunya tidak luput dari tantangan. Menurut Atul, suhu udara di Ranu Kumbolo pada bulan Agustus sangat dingin. Embun bahkan terlihat membeku di rerumputan. Oleh karena itu, persiapan logistik dan perlengkapan pribadi harus benar-benar matang.
“Antusiasme peserta upacara sangat tinggi. Mereka rela bangun pagi di tengah hawa dingin untuk mengikuti upacara bendera. Ini menunjukkan bahwa jiwa nasionalisme terus menyala di hati para pendaki dan pencinta alam dimanapun mereka berada,” pungkasnya.
Selain upacara, mereka juga mengadakan berbagai lomba tradisional yang diadakan pada Sabtu 16 Agustus, seperti tarik tambang, dan balap karung. Mereka juga melakukan pemeliharaan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Perlu diketahui, di Ranu Kumbolo telah terpasang PLTS berkapasitas 3.2 kWp. Fasilitas ini bisa digunakan oleh para pendaki untuk mengisi tandon air berkapasitas 3.200 liter dalam waktu kurang dari satu jam. Air bisa digunakan untuk keperluan toilet, tempat wudu, memasak, dan lain sebagainya.
PLTS di Ranu Kumbolo dipasang oleh ITN Malang, kolaborasi dari Teknik Elektro S-1 ITN Malang, Ikatan Alumni Elektro (IKA Elektro) ITN Malang, Himakpa, yang di support oleh Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Gimbal Alas, Forum Silaturahmi (Forsil) Mapala Malang Raya, dan lain-lain. (Mita/Erminasari/Humas ITN Malang)

