ITN Malang dan UTAR Malaysia menggelar International Real Estate Development Forum bertempat di Kampus 1 ITN Malang. (Foto: Yanuar/Humas ITN Malang)
itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) sukses menjadi tuan rumah penyelenggaraan International Real Estate Development Forum 2025. Acara prestisius ini terselenggara berkat kerja sama dengan Universiti Tunku Abdul Rahman (UTAR), Malaysia. Forum internasional ini sukses menghadirkan perspektif global, inovasi, dan arah baru dalam pengembangan properti dan real estate.
Mengusung tema strategis “Shaping the Future of Real Estate through Innovation, Sustainability, and Policy”, forum ini digelar di Ruang Workshop Lembaga Pengembangan Kerja Sama dan Usaha (LPKU) Kampus 1 ITN Malang, pada Sabtu (06/12/2025).
Acara dihadiri oleh 60 peserta terdiri dari mahasiswa, dan dosen ITN Malang dari berbagai program studi seperti Arsitektur, PWK, dan Sipil, serta perwakilan dari kampus luar. Forum ini menampilkan tujuh pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi dari Malaysia. Panel diskusi dipandu oleh moderator dari Fakultas Accountancy & Management, UTAR Malaysia, Dr. Nurhayati Md Khair, dan Ms. Nur Hafizah Juhari.
Direktur Program Pascasarjana ITN Malang, Profesor Dr. Ir. Lalu Mulyadi, MT., dalam sambutannya menyampaikan apresiasi tinggi, dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta.
“Atas nama Institut Teknologi Nasional Malang dan Program Pascasarjana, saya menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat datang kepada seluruh peserta pada kegiatan International Real Estate Development Forum 2025 yang diselenggarakan bekerja sama antara ITN Malang dan UTAR Malaysia,” ujar Prof. Lalu.
Ia menekankan bahwa tema forum merupakan tema strategis yang mencerminkan kebutuhan global untuk membangun lingkungan binaan yang lebih adaptif, berkelanjutan, dan berbasis kebijakan yang inklusif.
Prof. Lalu juga menyampaikan penghargaan kepada sembilan delegasi UTAR Malaysia, yang tidak hanya terdiri dari mahasiswa S-2 seperti Pang Jie Xin dan Muhammad Ali Hassan, tetapi juga para profesional senior lintas sektor, termasuk Manager Evaluation & Analytics dari Sime Darby Property Berhad, Mohd Rizam bin Daud; Director PETRONAS Service Station, Khairul Anuar bin Jaafar; hingga Managing Director Rasmi Indah Sdn Bhd, Wong Shung Yen.
“Kehadiran para profesional lintas sektor tersebut diharapkan memperkaya perspektif diskusi terkait pengembangan real estate yang akan berlangsung,” tambahnya.
Prof. Lalu berharap kegiatan ini dapat memberikan poin positif pada kedua pihak. Antara lain: Mendorong terjadinya kolaborasi riset antara ITN Malang dan UTAR Malaysia; menghasilkan gagasan strategis yang dapat diterapkan dalam pengembangan kota dan properti berkelanjutan; memperkaya pemahaman mahasiswa dan praktisi tentang dinamika pembangunan real estate; serta menghasilkan jejaring profesional yang berkelanjutan untuk masa depan.
Koordinator kegiatan, Ir. Maranatha Wijayaningtyas, ST., MMT., Ph.D., IPU., ASEAN Eng, menjelaskan, forum ini merupakan bagian dari program kunjungan seminar S-2 bidang Real Estate Development UTAR ke Indonesia, di mana ITN Malang menjadi salah satu tujuannya.
“Mereka (delegasi UTAR) ada 9 orang. Para pembicara ini tidak hanya akademisi, tapi juga profesional yang berprofesi sebagai business owner terkait properti, CEO, dan lain-lain,” jelas Maranatha.
Acara ini terselenggara di bawah koordinasi Program Pascasarjana, LPKU, dan Kantor Urusan Internasional (KUI) ITN Malang. Tujuan utamanya adalah untuk mengenalkan kondisi real estate development di Malaysia dan mendiskusikan penerapannya di Indonesia. Sekaligus membuka jaringan untuk mendukung pengembangan real estate bersama.
Dalam kesempatan ini juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Program Pascasarjana ITN Malang dan Fakultas Accountancy & Management UTAR, mencakup kerja sama di bidang pendidikan dan penelitian.
Maranatha berharap kolaborasi ini dapat berkelanjutan, sejalan dengan visi misi ITN Malang terkait internasionalisasi. “Semoga ada peluang-peluang profesional yang muncul. Ini sebagai salah satu sarana kami bisa masuk ke dunia internasional,” tutupnya.
Selain forum, delegasi UTAR juga melakukan kunjungan industri ke beberapa lokasi properti di Indonesia, termasuk Pakuwon City dan Citraland Puncak Tidar Malang, untuk melihat langsung kondisi pengembanga real estate di Indonesia. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)
