ITN Malang Hadirkan Miniatur Rumah Malangan dalam Oeklam-oeklam Kajoetangan

itnmalangnews.id – Nuansa Malang era kolonial dihadirkan kembali lewat event ‘Oeklam-oeklam Heritage nang Kajoetangan‘. Sebagaimana yang diketahui, di kawasan Kayutangan terdapat berbagai unsur heritage, bahkan ada kampung heritage. Dua hari kemarin, Jumat (30/08) dan Sabtu (31/08), terpampang stand-stand dan hilir mudik pedagang yang menawarkan sensasi Malang tempo dulu. Tidak lupa sebagian peserta dan pelapak mengenakan pakaian daerah atau yang memberikan nuansa masa lampau.

Miniatur Rumah Malangan Hadir dalam Oeklam-oeklam Kajoetangan

Miniatur Rumah Malangan berlogo ITN Malang dilihat dari sisi samping. (Foto: Ata/itnnews)


Jumat sore, Wali Kota Malang, Sutiaji beserta jajaran menetapkan Kayutangan sebagai Ibu Kota Malang Heritage. Deklarasi turut dihadiri oleh pejabat OPD Malang Raya. Bahkan, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko tampak hanyut dalam semangat oeklam-oeklam sampai menari bersama ibu-ibu lain di salah satu stand.

Di tengah-tengah beragam instansi serta komunitas yang membuka stand, Kampus Biru Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang tidak ketinggalan. Mereka juga membuka stand untuk unjuk karya serta promosi kampus dalam pergelaran ini. Stand ITN Malang terletak di samping stand Yamaha, jika diukur dari pintu masuk lokasinya agak di ujung kawasan yang sekarang bernama Jalan Basuki Rahmat tersebut.

ITN Malang membuat miniatur Rumah Malangan berbahan dasar bambu. Ukurannya 12 meter persegi dengan dilengkapi furnitur kayu dan rotan di bagian dalam dan foto-foto lawas ITN Malang di bagian dinding.

“ITN Malang membuatnya spesial untuk acara kali ini. Desain dan pembuatannya dikerjakan langsung oleh mahasiswa arsitektur selama dua minggu,” terang Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Kustamar, MT.

Karya yang ditunjukkan bukan hanya Rumah Malangan, tetapi juga produk makanan hasil karya mahasiswa Teknik Kimia. Kustamar lalu menyebutkan beberapa di antaranya. “Kami juga memperkenalkan kepada masyarakat hasil olahan Teknik Kimia. Ada olahan tulang lele melalui hidrolisis. Ada kecap yang dijual Rp 8.500 per botol. Ada permen jelly yang dibuat dari wortel dan kencur,” sebutnya.

Baca juga: “Save Heritage Malang”, ITN Malang dan Malang Comunity Heritage Jalin MoU Demi Lestarikan Cagar Budaya

Baca juga: Miliki Perda Cagar Budaya, TACB dari ITN Malang Turun Sosialisasi

Partisipasi ITN Malang dalam Oeklam-oeklam Heritage nang Kajoetangan menjadi salah satu bentuk dukungan institusi terhadap program pemerintah Kota Malang. Sebelumnya, ada dosen ITN Malang yang juga merupakan ahli cagar budaya pernah terjun mendampingi Kayutangan. “Kami mendukung program pemkot. Selain itu, kami ingin memperkenalkan jurusan di ITN Malang, misalnya miniatur buatan Arsitektur ITN Malang ini,” tambah Kustamar. (ata)

Link : www.itn.ac.id

(Visited 406 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *