Mahasiswa Arsitektur S-1, ITN Malang mengunjungi CV Safira Mitrano biro desain dan kontraktor di Malang. (Foto: Istimewa)
itnmalangnews.id – Bagi mahasiswa arsitektur, melihat langsung bagaimana sebuah coretan sketsa bertransformasi menjadi bangunan nyata adalah sebuah keberuntungan. Sadar bahwa teori di ruang kelas saja tidak cukup, Himpunan Mahasiswa Arsitektur (HMA), Institut Teknologi Nasional Malang (ITN Malang) menggelar Architour 2026, pada Sabtu (16/5/2026).
Menariknya, kunjungan kali ini terasa spesial karena 31 mahasiswa dari berbagai angkatan menyambangi CV Safira Mitrano. Biro desain dan kontraktor besar di Malang tersebut didirikan oleh alumnus Arsitektur S-1 ITN Malang, yaitu Ar. Ir. Jully Prihandinie, IAI.
Memilih CV Safira Mitrano sebagai jembatan belajar tentu bukan tanpa alasan. Pasalnya, biro ini dipimpin oleh arsitek perempuan yang sukses. Ia berhasil membangun biro mandiri yang melayani desain arsitektural, interior, hingga lanskap. Tempat ini menjadi role model yang sempurna bagi para mahasiswa. Terlebih lagi fasilitas yang dimiliki terbilang lengkap. Terdiri dari studio berlantai tiga yang dilengkapi dengan workshop produksi interior di dalamnya.
Ketua Pelaksana Architour 2026, Khaldi Jibran Maulana, mengungkapkan, acara ini menjadi sangat penting karena mahasiswa membutuhkan insight segar mengenai manajemen biro, dan cara bertahan di industri profesional. Mereka juga mendapatkan hal-hal yang jarang dikupas tuntas di bangku kuliah.
Mahasiswa Arsitektur S-1 ITN Malang, talkshow bersama Ar. Ir. Jully Prihandinie, IAI., owner CV Safira Mitrano. (Foto: Istimewa)
“Kami ingin mahasiswa tahu cara survive di dunia kerja, belajar ilmu desain langsung dari praktisi, dan yang tidak kalah penting menjaga hubungan baik dengan alumni. Serta kedepannya membuka peluang relasi kerja atau magang,” ujar mahasiswa angkatan 2023 ini saat dihubungi lewat sambungan WhatsApp pada Senin (18/05/2026).
Menurut Khaldi, HMA mengemas acara ini dengan konsep yang interaktif. Sesi sharing disulap menjadi obrolan santai berkonsep live podcast. Jully Prihandinie bersama timnya membagikan kisah jatuh bangun merintis biro, cara mencari klien, hingga trik menghadapi dinamika proyek.
Baca juga: Wajah Baru KB Anak Bangsa Mandiri: Sentuhan Kreatif Mahasiswa Arsitektur ITN Malang
“Pada sesi room tour studio, dan workshop interior kami diajak berkeliling melihat proses kerja harian menggunakan aplikasi desain terkini, melihat berbagai sampel material, hingga teknis pengerjaan detail interior yang sedang diproduksi,” lanjutnya.
Pengalaman langsung ini membuka mata para peserta, salah satunya Casmira Carla Ina Prada, mahasiswi angkatan 2025. Carla mengaku awalnya mengira kunjungan ini hanya akan berisi penjelasan singkat dan mengamati ruangan saja.
Mahasiswa Arsitektur S-1 ITN Malang, talkshow bersama Ar. Ir. Jully Prihandinie, IAI., owner CV Safira Mitrano. (Foto: Istimewa)
“Ternyata jauh di luar ekspektasi. Di sini kami belajar bagaimana membangun CV yang diminati, mengatasi masalah di lapangan, dan membentuk karakter yang stabil di industri. Jujur, setelah melihat langsung, saya merasa realita kerja arsitek itu jauh lebih kompleks, tentang bagaimana proses berpikir dan tanggung jawab dalam tim,” cerita Carla antusias.
Carla juga menambahkan bahwa pesan yang paling membekas baginya adalah soal disiplin pada hal-hal kecil. Di dunia profesional, keteledoran kecil pada detail desain bisa berdampak besar pada hasil akhir bangunan. Lewat ritme kerja cepat yang dilihatnya, ia sadar bahwa skill komunikasi, manajemen waktu, dan penguasaan software harus dikejar selagi masih kuliah.
Pulang dari kunjungan ini, Carla mengaku termotivasi untuk belajar, dan cepat lulus. Ke depan, ia berharap HMA bisa lebih sering mengadakan Architour dengan destinasi yang semakin beragam, seperti konsultan desain skala besar atau langsung terjun meninjau proyek pembangunan yang sedang berjalan. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)


