itnmalangnews.id – Semua orang dibuat tercengang dan terasa ngeri dalam atraksi ekstrem dalam tahun baru di Hotel Ibis Kota Malang, Minggu malam (30/12). Beberapa atraksi tersebut di antaranya, vertical dance dengan menari diketinggian 40 meter dari permukaan tanah dengan posisi menggantung di samping gedung setinggi sebelas lantai.
Kemudian, vertical fashion show dengan catwalk di ketinggian yang sama dengan vertical dance, lalu vertical MC, vertical gitar, dan flying fox. Semua atraksi ini membuat para penghuni hotel berbondong-bondong untuk menyaksikan pagelaran tak biasa ini. Namun ada yang luput dari amatan penonton dalam acara tersebut yaitu Himpunan Mahasiswa Teknik Pecinta Alam (Himakpa) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.
Himakpa merupakan dalang dari atraksi ekstrem tersebut. Anak-anak pecinta alam itulah yang mengatur semua acara tersebut sehingga terselenggara dengan lancar. Muhammad Nur Efendi, tim pelatih acara, menceritakan bagaimana persiapan acara hingga sukses terselenggara. Menurutnya, pihaknyalah yang memberikan pelatihan pada semua yang terlibat di lima atraksi ekstrem itu. “Kita latihan untuk acara tersebut sejak bulan Oktober,” terangnya saat ditemui di sekretariat Himakpa, Rabu (3/1).
Pemuda yang akrab disapa Spok itu menjelaskan bahwa sebetulnya tidak mudah untuk melakukan atraksi semacam itu, membutuhkan keberanian yang lebih serta kehati-hatian yang tinggi untuk memastikan semua aman. Karena jika terjadi kesalahan maka akibatnya akan fatal. “Di setiap pergantian atraksi, kami melakukan cek, cek, dan cek terhadap semua peralatan yang digunakan untuk memastikan safetynya,” kata Mahasiswa Teknik Sipil itu.
Selain itu, tantangannya juga tidak semua orang yang bertugas melakukan atraksi elkstrem angsung nyaman. Apalagi mereka turun dari lantai sebelas ke lantai tujuh dengan posisi menghadap ke bawah ke tanah tidak menghadap ke atas sehingga rasa ngerinya lebih terasa. “Ada peserta fashion show yang saat latihan pertama enak, tetapi setelah latihan kedua sudah kapok dan berhenti,” kata dia.
Baca: Pendaki UiTM Malaysia: Gunung Panderman dan Butak Cantik Sekali
Baca: 1.000 Balon Merah Putih dan Merpati Mewarnai Penutupan PKKMB ITN Malang
Untuk itu, latihannya tidak langsung menghadap kebawah melainkan menghadap ke atas dulu, lalu agak miring, baru kemudian menghadap ke bawah. Selain itu, peserta juga harus memilih gerakan-gerakan dance yang cocok dengan posisinya sehingga tidak mengganggu saat beratraksi. “Ada beberapa gerakan yang kita pilih, kalau sekiranya mengganggu maka gerakan itu kita buang saja, pokoknya yang beraksi terasa nyaman,” lanjut pemuda asal Papua itu.
Namun berkat upaya keras dan telaten dari anak-anak Himakpa acara tersebut berjalan lancar dan memuaskan semua penonton yang hadir. Kesuksesan kali ini, menurut Spok, merupakan kesuksesan ketiga bersama dengan Hotel Ibis, karena dua tahun sebelumnya juga dipercaya untuk melakukan hal yang sama dan sama-sama sukses. “Tahun 2016 vertikal catwalk, 2017 flaying fox, dan tahun 2018 ini cukup banyak acara,” tuturnya. (her)
