Hari Disabilitas Internasional: Mahasiswa Kenalkan Teknik Geodesi dengan Peta

itnmalangnews.id – Sebelum liburan akhir tahun, mahasiswa Teknik Geodesi S-1 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang berkunjung ke SLB Widya Shantika, Karangploso, Kabupaten Malang. Kegiatan dilakukan dalam rangka bakti sosial memperingati Hari Disabilitas Internasional yang jatuh pada 3 Desember yang lalu. Program kerja baru Himpunan Mahasiswa Geodesi (HMG) ini juga diselingi agenda memperkenalkan Teknik Geodesi secara mendasar, Kamis (19/12).

Geodesi Peringati Hari Disabilitas Internasional di SLB Widya Shantika

Seorang siswa SLB menunjukkan hasil mewarnai peta Indonesia. (Foto: HMG for itnmalang_news


Baca juga: www.itn.ac.id

“Kami memberikan materi yang sedikit menyinggung Teknik Geodesi, seperti memperkenalkan peta Indonesia. Kami juga mengajak mereka (anak-anak disabilitas) mewarnai peta Indonesia dan memberikan kuis seputar nama pulau, Pancasila, dan nama presiden. Kegiatan lain juga ada menari dan menyanyi,” beber Sopia Amalia, ketua pelaksana.

Sesuai dengan kegiatannya, bakti sosial Care For Disability ini bertemakan ‘SWISE’ (Sharing With Special Education). Di SLB Widya Shantika, terdapat sekitar 30 anak dengan berbagai berkebutuhan khusus, seperti tuna rungu, tuna grahita, tuna daksa, dan tuna laras. Maka dari itu, materi-materi yang dipilih adalah materi yang sekiranya sederhana tetapi mengena.

Pihak pengelola SLB menerima kunjungan mahasiswa ITN Malang dengan baik. Kepala sekolah dan guru bersikap ramah, sehingga semua siswa-siswa turut ceria mengikuti rangkaian acara.

Baca juga: Mahasiswa ITN Malang Ajak Difabel Rayakan HDI di Jantung Kota Malang

Baca juga: Ikuti Kelas Reguler dan Lulus Tepat Waktu, Wisudawan Difabel Buat Aplikasi Penerbitan Akta Cerai

Sopia melanjutkan jika kunjungan disertai dengan pembagian bingkisan berisi makanan, buku dan alat tulis untuk setiap anak. Dengan diselenggarakannya bakti sosial kali pertama ke SLB ini, ia berharap kepedulian mahasiswa geodesi terhadap penyandang disabilitas meningkat.

“Tahun ini kali pertama kami baksos ke SLB, mahasiswa yang ikut kisaran 60 orang. Semoga bisa menumbuhkan jiwa sosial dan meningkatkan rasa kepedulian,” harap mahasiswi asal Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, tersebut. (ata)

(Visited 195 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *