Halalbihalal Keluarga Besar ITN Malang, Santuni Tiga Panti Asuhan

itnmalangnews.id – Keluarga besar Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar acara halalbihalal di aula kampus 1, Sabtu (7/7). Acara tersebut merupakan rangkaian terakhir dari sekian acara yang digelar selama bulan Ramadan kemarin. “Pada 21 Mei acara bukber, 1 Juni Nuzulul Qur’an, 15 Juni salat Idul Fitri bersama, dan hari ini tiba rangkaian terakhir, halalbihalal,” terang Sudiro, ST.MT., ketua panita acara.

Halal-Bihalal-Keluarga-Besar-ITN-Malang-Santuni-Tiga-Panti-Asuhan

Dalam kesempatan tersebut, Sudiro juga menyampaikan laporannya dari donasi para dosen dan karyawan. Yang mana hasil donasi tersebut digunakan untuk menyantuni anak yatim dari keluarga besar ITN Malang sendiri, menyantuni tiga panti asuhan yaitu Al Kaaf Jabung, Darul Azhar Ngijo, dan Annidhommiyah Kedungkandang, serta dua janda kampus biru sendiri. “Alhamdulillah total donasi yang kita dapatkan 27.725.000 rupiah, kita akan berikan pada tiga panti, 11 anak yatim dari ITN Malang dan dua janda,” terangnya.

Baca juga: Halalbihalal Rukun Ibu, Istri Rektor ITN Malang Serukan Ukhuwah Islamiyah

Sementara itu, Rektor ITN Malang, Dr.Ir. Lalu Mulyadi, MT., mengatakan bahwa meskipun ini merupakan kegiatan terakhir namun bukan berarti pemintaan maaf juga terakhir. Menurutnya, permintaan maaf harus terus dilakukan karena manusia adalah tempat salah dan dosa. Lebih jauh pria asal Lombok tersebut menekankan pentingnya kebersamaan. “Melalui acara ini mari kita ikat kebersamaan kita. Seperti sapu lidi, semakin dan bersatu maka semakin kuat untuk membersihkan kotoran,” kata dia.

Gallery terkait: Halalbihalal ITN Malang Demi Merawat Kebersamaan Dalam Keragaman

Menurut Lalu, banyak para pemikir yang mengatakan pentingnya kebersamaan, bahkan dalam ajaran Islam sendiri juga ditekankan pentingnya kebersamaan. Dia menambahkan bahwa bagi Islam, kebersamaan adalah rahmat, kasih sayang, dan berbuat baik. “Apalagi dengan melihat ITN Malang yang para anggotanya berasal dari berbagai daerah, dari suku, dan agama yang berbeda. Maka kebersamaan menjadi kunci bagi kemajuan kita kedepan,” paparnya. (her)

(Visited 104 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *