Gerak Milenial Hadapi Revolusi Industri 4.0

itnmalangnews.id – Generasi milenial Indonesia tengah menghadapi transisi zaman berupa Revolusi Industri 4.0. Di era Revolusi Industri 4.0 pun terdapat ancaman besar bagi para calon pekerja yakni otomatisasi alat industri.

Gerak Milenial Hadapi Revolusi Industri 4.0 Teknik Industri ITN MalangSanny Andjar Sari, ST.MT, Kajur Prodi Teknik Industri Manufaktur D-4 (dua dari kanan) bersama pemateri dan mahasiswa. (Foto: Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Manufaktur (HMTI) D-4 for itnmalangnews.id


Baca juga: www.itn.ac.id

Bertempat di Gedung Amphi Teknik Mesin Lantai 2, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Manufaktur D-4 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang menggelar kuliah tamu bertema “Developing Entrepreneurship Towards Industrial Revolution 4.0″. Terdapat 2 pembicara yaitu Aloysius Hariatmoko (Factory Manager PT Indolakto Pandaan) dan Fitrah Aulia Madjid, A.Md (owner Aulia Mas Kawin). Indolakto adalah salah satu perusahaan yang bekerja sama dengan ITN Malang, sedangkan Aulia merupakan alumnus Teknik Industri D-3.

Ringkasan dari isi seminar adalah tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh generasi milenial dalam menghadapi era Revolusi Industri 4.0. Jika milenial tidak mau berkembang, mereka akan tertinggal oleh zaman. Otomatisasi tenaga kerja berupa mengganti tenaga manusia dengan mesin atau robot. Imbasnya, angka pengangguran di Indonesia akan semakin meningkat.

Salah satu cara terbaik untuk mengatasi hal tersebut adalah menjadi seorang wirausaha alias entrepreneur. Jenis usaha yang dibuka bisa lintas atau sesuai jurusan, bahkan istilah technopreneurship (turunan entrepreneurship yang berkolaborasi dengan teknologi) kian familiar di masyarakat. Dua pembicara di atas juga berbagi kiat untuk menjadi entrepreneurship.

Hari, panggilan akrab Hariatmoko berpesan agar mahasiswa tidak takut menuju hal baru, yang mana dalam hal ini adalah menjadi entrepreneur. Kegagalan yang mungkin datang adalah pengalaman untuk keberhasilan esok hari. “Jika sudah mulai melangkah, jangan takut jatuh. Karena kita bisa memilih ingin jatuh seperti apa. Keputusan ada di tangan kita masing-masing,” ujar Hari.

Selaras dengan pesan Hari, Aulia mengajak mahasiswa berani mengambil peluang. Kita tidak akan tahu hasilnya jika tidak mencoba. “Ambil apa yang ada di depan mata, mengenai berhasil atau tidaknya urusan belakangan. Yang penting sudah mencoba dan tahu apa kesalahannya,” tambah Aulia. (Alifia Yesi Fanita, Himpunan Mahasiswa Teknik Industri D-4/ata)

(Visited 136 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *