Gema Ramadan: Target Takjil Gratis 1000 Terealisasi 1500 serta Dua Kali Sahur On The Road

itnmalangnews.id – Gema Ramadan 2019 Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang diakhiri dengan pembagian 1.500 takjil gratis, Selasa (28/05). Takjil dibagikan kepada pejalan kaki dan pengguna kendaraan bermotor yang melintas di seputar perempatan lampu merah Kampus 1 ITN Malang. Pembagian takjil ini merupakan bagian dari kategori Ramadan Berbagi.

Gema Ramadan ITN Malang Target Takjil Gratis 1000 Terealisasi 1500 serta Dua Kali Sahur On The Road

Panitia Gema Ramadan mempersiapkan pembagian takjil gratis di perempatan Jalan Veteran, Kota Malang. (Foto: Istimewa) 


Ketua Gema Ramadan, Aladin Eko Purkuncoro, ST,MT, menerangkan takjil dihimpun dari sumbangan dosen dan staff ITN Malang. Jumlah yang terkumpul melebihi target yang semula ditetapkan. “Alhamdulillah takjil gratis melebihi target. Rencananya hanya 1.000 takjil gratis tetapi ternyata sampai terkumpul 1.500 takjil,” katanya.

Masih dalam nuansa Ramadan Berbagi, panitia juga telah melaksanakan dua kali sahur on the road. Di mata panitia, menurut Hilman Felani Penanggung Jawab sahur sahur on the road, bulan Ramadan adalah momen yang tepat untuk berbagi. “Semoga umat Islam khususnya sivitas akademika ITN Malang semakin sadar bahwa masih banyak orang yang membutuhkan uluran tangan,” ucap Hilman.

Sahur on the road pertama dilaksanakan di area Pasar Besar Kota Malang hingga berakhir di Alun-alun Kota Malang, Senin (22/05).  Pasar Besar dipilih karena di sana terdapat orang-orang yang memulai aktivitas kerja menjelang subuh seperti pedagang, tukang becak, maupun warga lain.

Baca juga: Bazar Ramadan ITN Malang Beramal dengan Diskon dan Voucer Gratis

Baca juga: Dakwah Teknologi ITN Malang Kupas Hunian Islami

Jumlah nasi bungkus berlipat ganda pada sahur on the road kedua, Selasa (28/05). Kali ini lokasi juga masih sama di Pasar Besar Kota Malang. Akan tetapi pembagian nasi bungkus meluas sampai Rumah Sakit Islam (RSI) Aisyiyah Kota Malang. Hal ini dikarenakan Rumah Sakit tidak cuma berisi orang sakit, melainkan ada kerabat yang menemani. “Mereka tentu lebih kesusahan mencari makan sahur, jadi kami panitia ingin membantu untuk berbagi, semoga berkah,” terang mahasiswa Teknik Sipil tersebut. (ata)

(Visited 165 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *