Dosen ITN Malang Jadi Tim Ahli Wujudkan Malang Kota Hijau

ITN MALANG NEWS – Semangat yang tinggi disertai jiwa cinta lingkungan Ir. Budi Fathony, MTA, Dosen ITN Malang patut ditiru. Pasalnya dia ikut andil dalam terobosan-terobosan baru dalam menciptakan Atribut Kota Malang Sebagai Kota Hijau.  Hal tersebut seperti kegiatan Sayembara Desain RTH Sempadan Rel KA yang dia gagas dengan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Malang (DKP Kota Malang) yang bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Malang.

Informasi yang diperoleh itnmalangnews.id, dosen arsitektur ITN Malang tersebut di sela kesibukanya mengajar juga salah satu juri dari sayembara Desain RTH Sempadan Rel KA yang dibuka untuk masyarakat umum tersebut.

Ir.Budi Fathony,MTA-Dosen- ITN-Malang

“Tepatnya sayembara itu untuk menemukan solusi dalam mengoptimalkan fungsi sempadan rel kereta api yang membentang di tengah Kota Malang sebagai salah satu area ruang terbuka hijau, sesuai Peraturan Menteri PU Nomor 5 Tahun 2008 tentang Pedoman Penyediaan dan Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau ” ujar Ir.Budi Fathony, MTA saat ditemui setelah kesibukannya mengajar kepada itnmalangnews.id Jumat (22/5).

Ketentuan sayembara, lanjut dosen ITN Malang jurusan arsitektur ini, berkarakter/tematik yang kuat, ramah lingkungan dan memperhatikan konsep 8 atribut kota hijau, memperhatikan aspirasi masyarakat sekitar, memperhatikan kaum berkebutuhan khusus (difabel dan disabel), waktu pemanfaatan (unsur lighting), aman dan nyaman, serta aspek pemeliharaan yang mudah dan murah (low maintenance).

“Dua hal  Penting yang harus diperhatikan peserta. Pertama menyatu dengan lingkungan, jadi masyarakat bisa menerima sehingga bisa ikut merawatnya, kedua tidak harus memanjakan desain yaitu mahal karena tidak semua kategori mahal itu berestetika,” tuturnya.

Dosen ITN Malang yang berkacamata ini menerangkan, hakikatnya sayembara ini untuk mengidentifikasi potensi pemenuhan kebutuhan serta wadah yang menarik dan dapat menjadi media komunikasi publik yang efektif untuk mendekatkan masyarakat dengan ide pengembangan Kota Hijau di Kota Malang.

“Peserta tidak harus banyak karena yang utama adalah kualitas bukan kuantitas,” tegas Budi kepada itnmalangnews.id (ori)

(Visited 719 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *