Dosen ITN Malang Ciptakan Mesin Pengupas Kulit Kedelai Ramah Lingkungan Dan Higinis

itnmalangnews.id – Sebagai akademisi para dosen Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang selalu berupaya mengabdikan diri untuk masyarakat dengan menciptakan teknologi terapan. Salah satunya melalui diciptakannya mesin pengupas kulit kedelai yang ramah lingkungan dan higinis. Mesin ini berhasil dirangkai oleh tiga orang dosen, di antaranya, Dr. I Komang Astana Widi, ST, MT, Ir. Teguh Raharjo, MT, dan Ir. Wayan Sujana, MT.

Dosen ITN Malang Ciptakan Mesin Pengupas Kulit Kedelai Ramah Lingkungan Dan HiginisMenurut, I Komang Astana, latar belakang pembuatan alat tersebut adalah setelah dirinya melihat situasi pembuatan tempe di kawasan Sanan, Kota Malang. Salah satu pekerjaan yang cukup memakan waktu dalam pembuatan tempe itu adalah mengupas kulit kedelai. “Para pekerja yang ngupas kulit kedelai rata-rata sudah tua, usianya 40 tahun lebih.Tentu ini tidak bisa maksimal,” kata dia, saat ditemui di ruang kerjanya.

Selain itu, menurut pria asal Denpasar itu, karena pekerjaannya merendam tangan dalam air saat ngupas maka kemungkinan membawa penyakit kulit di tangan. Jika saat sakit kulit tetap bekerja maka produknya kurang higinis. Kemudian tak sedikit pekerja yang tangannya kram dan kaku saat bekerja. Sementara jumlah hasil kedelai yang dikupas juga tidak dapat ditingkatkan. “Melihat situasi ini kami bertekat membuat mesin yang dapat membantu mereka, sebagai pengabdian masyarakat,” lanjut Komang.

Baca: Zero Waste, Dosen ITN Malang Manfaatkan Limbah Printer jadi Souvenir Menarik

Baca: Hindari Kecelakaan, Dosen ITN Malang Kembangkan Sistem Pemandu Pengemudi Berbasis Kamera Embeded

Maka dibuatlah mesin pelembang kedelai yang penelitiannya sudah dilakukan sejak tahun 2011. Dengan mesin ini, pekerja tak perlu merendam tangannya di air, tak akan ada pekerja yang kram, cara kerjanya dapat ditingkatkan, dan yang terpenting hasilnya higinis karena tidak ada keterlibatan tangan saat ngupas. “Waktunya juga flesxible, mesin bisa bekerja terus-menerus hingga malam hari, kemudian hasilnya juga konsisten, akan terus bersih,” tutur dosen teknik mesin tersebut.

Cara kerja mesin ini, menurut pria yang juga alumni ITN Malang itu, setelah kedelai selesai direbus langsung di masukkan ke dalam mesin, lalu diberi tekanan dari bawah dengan menggunakan semporotan air dari pompa sehingga kedelai berputar. Maka secara perlahan kulitnya yang ringan terlepas dan mengambang lalu ikut putaran air ke tempat kulit. Sementara kedelainya mengendap dan kemudian diambil dalam keadaan bersih. “Sekali coba dengan mesin ini sebanyak 5 kilogram. Kapasitas mesinnya masih bisa dibesarkan sehingga jumlah keledelai yang dibersihkan semakin banyak,” kata dia. (her)

(Visited 451 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *