Dosen ITN Malang Ajari Masyarakat Tambak Cemandi Sedati Sidoarjo Cara Bikin Kecap Dari Limbah Ikan

itnmalangnews.id – Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang terus menebar manfaat teknologi terapan yang selama ini dikembangkan. Salah satunya melalui pelaksanaan pengabdian masyarakat (abdimas) yang belum lama ini dilakukan di desa Tambak Cemandi, Sedati, Sidoarjo. Dalam hal ini kampus biru mengirim Dra. Siswi Astuti, M.Pd, salah satu dosen Teknik Kimia untuk ngajari masyarakat setempat tersebut tentang cara membuat kecap dari limbah ikan. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Badan Koordinasi Kegiatan Mahasiswa Teknik Kimia Indonesia (BKKMTKI).

Dosen-ITN-Malang-Ajari-Masyarakat-Tambak-Cemandi-Sedati-Sidoarjo-Cara-Bikin-Kecap-Dari-Limbah-Ikan

Menurut Siswi, saat ditemui di ruang humas, Senin (26/3), abdimas ini bernilai penting bagi masyarakat Tamabak Cemandi, pasalnya kawasan tersebut merupakan kawasan tambak ikan bandeng yang diasap atau dibakar. Nah, sisa-sisa dari pengolahan itu dibuang oleh masyarakat karena tidak tahu bagaimana cara mengolahnya. “Nah kemarin kita belajar bersama cara mengolah limbah ikan seperti kepala dan kulitnya untuk dijadikan kecap,” terang dia.

Dengan demikian, dari proses pengolahan ikan di kawasan tersebut tidak ada yang terbuang. Semuanya termanfaatkan dengan baik. Apalagi sejauh ini bahan utama kecap seperti kedelai sudah semakain mahal. Karena itu, menurut Siswi, tak sedikit pengusaha kecapa tidak memfermentasi kedelainya dalam proses pembuatannya melainkan dengan menyangrai dan merendamnya dalam air. Hal itu dilakukan agar hasilnya lebih banyak, meskipun rasanya tidak sedap. “Nah agar bisa sedap biasanya mereka menggunakan MSG, padahal itu kurang baik buat kesehatan,” kata dia.

Baca: ITN Malang Kenalkan Permen Kencur ke Ibu-Ibu PKK Junrejo Batu

Baca: Sosis Karya Mahasiswi ITN Ini Bukan dari Daging, Tapi Harga dan Gizinya Bisa Bersaing

Dengan memanfaatkan limbah ikan ini, diharapkan masyarakat dapat membuat kecap sendiri dengan kualitas yang lebih bagus dan rasanya juga sedap. Karena pada dasarnya rasa sedap itu ditimbulkan dari semakin banyaknya protein dari bahan yang digunakan. “Semakin banyak ikannya semakin sedap rasanya,” tutur alumni Universitas Negeri Malang itu. (her)

(Visited 171 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *