Dinas Lingkungan Kota Malang: Air Yang Dapat Langsung Diminum Tinggal Satu Persen

itnmalangnews.id – Jika pada tahun 2010 lalu yang berharga tinggi adalah berlian, maka pada 2020 mendatang yang berharga tinggi adalah air. Karena ini karena ketersediaan air bersih semakin berkurang sementara pengguna air semakin meningkat. Demikian ulasan Arif Darmawan, perwakilan dari Dinas Lingkungan Kota Malang, saat menjadi pembicara seminar jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Sabtu (21/10).

Dinas Lingkungan Kota MalangDalam acara bertema bertema Pembangunan yang Berketangguhan Iklim dan Kebencanaan itu, Arif menjelaskan bahwa ketersediaan air bersih akan menjadi salah satu persoalan mendasar kota di seluruh Indonesia di waktu yang akan datang. Bahkan tidak hanya soal ketersediaan air tetapi juga pencemaran air. “Banyak penduduk di kota juga berpengaruh pada pencemaran air, di Kota Malang hanya 3 persen air yang terkategori fresh water, sementara air yang dapat langsung diminum tinggal satu persen,” terang pria yang juga ahli teknik sipil itu.

Arif menjelaskan bahwa faktor terbesar dari krisis air ini adalah arus urbanisasi yang terus melaju. Di Kota Malang puluhan ribu orang baru masuk dalam setiap tahunnya, khususnya untuk kepentingan studi di perguruan tinggi. “Di Malang ada 63 Perguruan Tinggi, katakanlah rata-rata tiap tahun mendatangkan 750 mahasiswa, maka totalnya adalah 47.250 orang setiap tahun. Orang ini kalau kencing bareng selama setahun maka air sungai mungkin saja tercemar,” kata dia.

Untuk itulah menurut Arif saat ini pemerintah Kota Malang sedang menjalankan kebijakan untuk mengatasi persoalan air di Kota Malang. Untungnya, Kota Malang berada di kawasan yang cukup tinggi sehingga ketersediaan air bersih masih ada. “Kalau Surabaya itu airnya merupakan aliran dari Malang, makanya harus diolah lagi,” kata dia. (her)

(Visited 125 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *