Cerita Calon Anggota Muda Format tentang Sahasra Citra

itnmalangnews.id – Sahasra Citra adalah ekshibisi yang diikuti oleh para calon anggota muda Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Format Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang. Calon anggota muda diberi waktu sekitar dua bulan untuk mempersiapkan karya yang hendak dipamerkan. Mereka bisa mengirim sampai tiga buah karya dan melalui proses kurasi oleh pengurus Format.

Cerita Calon Anggota Muda Format tentang Sahasra Citra

Aji berfoto di depan karyanya tentang Mata Tokek. (Foto: ata/ itnmalang_news


Baca juga: www.itn.ac.id

Imajinasi dan kreativitas para calon anggota muda memengaruhi bagaimana foto yang diambil. Salah satu calon anggota muda, Wana Aji Wicaksono, menceritakan pengalamannya selama mencari foto untuk Sahasra Citra. “Kalau saya ambilnya foto mata tokek, anak kecil di alun-alun, dan sepasang pisang yang digambarkan sebagai foto still life. Pisang kan hanya berbuah sekali seumur hidup. Jadi ambil tiga genre, fauna, lanskap, dan still life,” ujarnya memulai cerita, saat ditemui di Gedung Kesenian Malang tempat digelarnya pameran, Sabtu (08/02/2020).

Dari ketiga foto, mata tokek adalah yang paling berkesan. Inspirasi ini Aji dapatkan secara spontan ketika berjalan-jalan di Pasar Splendid. “Saya baru mengambil foto Selasa kemarin di Pasar Splendid. Menurut saya matanya unik, ada pupil dan saraf yang bentuknya lain. Ambilnya pakai teknik makro. Tantangannya saat menunggu tokek yang hendak difoto,” tutur mahasiswa asal Jombang tersebut.

Baca juga: “Menatapmu” Menjadi Foto Terbaik dalam Pameran Forum Komunikasi Fotografi Malang

Baca juga: Iris si Selaput Pelangi, Ajang Pameran Fotografi yang Bertanggung Jawab

Lain Aji, lain pula Almo. Mahasiswa bernama lengkap Abdullah Al Mujahid ini mengambil genre model beauty dan still life. “Saya lihat teman-tenan banyak yang ambil Human Interest, jadi saya coba model beauty. Modelnya pun orang yang asing jadi perlu tahu cara komunikasi yang baik,” ungkap dia.

Mahasiswa Teknik Sipil ini tidak mengambil still life secara metafora, tetapi ke filosofi. Ia memotret uang-uang dalam wadah kaca. “Filosofinya adalah menabung itu perlu. Generasi sekarang banyak anak yang suka boros, tapi kita tidak boleh mengikuti mereka,” jelas Almo. (ata)

(Visited 198 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *