Cahaya Masjid Al-Ilyas Menangkan Archivolks 2021 Rendering Challenge

Ahmad-Sulton-Royan-mahasiswa-Arsitektur-ITN-Malang-juara-1-Archivolks-2021-Rendering-Challenge-UPN-Surabaya-732x486

Ahmad Sulton Royan, mahasiswa Arsitektur ITN Malang juara 1 Archivolks 2021 Rendering Challenge UPN Surabaya. (Foto: Istimewa)


itnmalangnews.id – Keindahan cahaya Masjid Al-Ilyas pada malam hari membawa Ahmad Sulton Royan menjadi juara rendering challenge pada awal Maret 2021 yang lalu. Mahasiswa Arsitektur Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang ini bersaing dengan puluhan peserta sebelum masuk lima besar kemudian mengerucut menjadi 3 besar dan akhirnya menjadi juara 1 Archivolks 2021 Rendering Challenge yang dihelat oleh Arsitektur Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Surabaya.

Baca juga: www.itn.ac.id

Dikatakan Royan sapaan akran Ahmad Sulton Royan, Masjid Al-Ilyas sangat cantik diambil pada malam hari dengan pengambilan view dan konsep suasana yang tepat. Pada area tempat sholat masjid, sangat terlihat luas dengan menghadirkan bukaan yang banyak sehingga pencahayaan dan penghawaan alaminya dapat dinilai sangat baik.

“Saya mengambil tema desain cahaya waktu malam. Karena, kebanyakan klien maupun arsitek menyukai gambar visual dengan suasana malam hari. Cahaya-cahaya inilah yang saya mainkan,” ujar Royan saat dihubungi lewat sambungan whatsapp.

Baca juga: Mahasiswa Arsitektur ITN Malang Masuk Lima Besar Sayembara Desain Gapura Universitas Mataran Berkat Jebaq Antuq

Untuk menghasilkan rendering Masjid Al-Ilyas mahasiswa semester 6 ini membutuhkan waktu satu minggu. Rendering menggunakan color mapping vray sketchup (pemetaan warna) dan post pro photoshop untuk menghasilkan rendering bagus. Rendering merupakan proses membangun dan menggabung gambar, editing dari sebuah objek atau model melalui program komputer.

Ada tiga gambar yang dihasilkan Royan, Masjid Al-Ilyas tampak depan, samping dan di dalam masjid. Tema gambar ini hampir sama dengan peserta yang lain. Bedanya, Royan sangat berhati-hati dalam memainkan komposisi elemen rendering dan suasana yang ditangkap. Sedangkan rendering Royan yang diunggah oleh akun instagram Andy Rahman sebagai arsitek Masjid Al-Ilyas adalah desain tampak depan dan rendering berupa video. Andy Rahman merupakan founder Andyrahman Architect sekaligus sebagai salah satu anggota IAI Wilayah Jawa Timur.

Baca juga: Keunikan Stasiun KA ARJUNAMARTA Loloskan Mahasiswa ITN Malang 4 Besar Nasional

“Bedanya dengan desain juara lain mungkin pada sudut pandang pengambilan gambar, kreativitas tema rendering, komposisi elemen rendering, dan ambience (suasana) yang saya tangkap,” kata mahasiswa asal Jember ini.

Masjid Al-Ilyas merupakan proyek masjid karya Andyrahman Architect yang berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Terlihat jelas gambar rendering dari arah samping, desain dinding masjid menggunakan material lokal batu kapur yang memang banyak terdapat di daerah tersebut. Masjid ini juga humanis dan ramah untuk penyandang disabilitas atau orang tua. Ini terlihat adanya jalan ramp untuk memudahkan mereka memasuki masjid.

Dalam rendering challenge kali ini Royan berhasil unggul dari seorang 3D Artist (orang yang membantu arsitek/desainer dalam membuat gambar atau video 3 dimensi) dari Palu sebagai juara 2 dan mahasiswa arsitektur dari Magelang sebagai juara 3. Bukan kali pertama Royan juara rendering. Sebelumnya, di tahun 2020 Royan juga pernah juara satu Rendering Challenge yang diadakan oleh FE Studio Architecture, Papua (Fredy, IAI).

“Saya berharap dengan adanya lomba rendering dapat membantu para mahasiswa arsitektur khususnya dan para 3D Artist umumnya untuk terus meningkatkan kualitas dan kreativitasnya dalam hal memvisualisasikan sebuah desain,” pungkas Royan. (me/Humas ITN Malang)

(Visited 62 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *