Bimsalabim Abrakadabra, Mahasiswa Teknik Kimia ITN Malang Sulap Limbah Laundry Jadi Senjata Insektisida Pembasmi Serangga

itnmalangnews.id – Bisnis laundry berkembang begitu cepat di perkotaan, khususnya di sekitar perumahan dan kos-kosan mahasiswa. Bisnis ini tentu tidak hanya memberikan dampak positif bagi pemiliknya, akan tetapi juga dapat berdampak negatif bagi lingkungan. Bukti yang sangat nyata dapat dilihat langsung adalah melimpahnya limbah detergen yang bisa mencemari kualitas air dan tanah.

Bimsalabim-Abrakadabra-Mahasiswa-Teknik-Kimia-ITN Malang-Sulap-Limbah-Laundry-Jadi-Senjata-Insektisida-Pembasmi-Serangga

“Di daerah Sumbersari setidaknya ada 90 lebih kios laundry. Mungkin tidak bisa kita bayangkan seperti apa jumlah limbahnya. Pasti kandungan airnya akan tercemari zat-zat kimiawai, ikan-ikanpun bisa mati,” tutur Lutfi Mia Wulandari, mahasiswa Teknik Kimia Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang.

Dara yang akrab disapa Mia ini mencoba lebih dekat mengamati keberadaan limbah tersebut. Bersama dua kawannya, Mohamad Zamroni Bahtiarul Fitroh Arif dan St. Aisyah Humaerah, mereka mendatangi salah satu tempat pembuangan limbah laundry di dareah Sumbersari. Limbah itu kemudian diambil untuk dijadikan sampel ujicoba di Laboratorium Teknik Kimia ITN Malang.

Setelah diteliti, limbah tersebut mengandung Linear Alkylbenzene Sulfonate (LAS), sejenis zat kimiawi bersifat toksik atau racun. Lebih lanjut, hasil penelitian menunjukkan, zat berbahaya tersebut ternyata juga bisa digunakan sebagai insektisida pembasmi hama berupa koloni semut.

Baca Juga: Manfaatkan Limbah Ampas Tebu, Dosen ITN Malang Kembangkan Silika Gel Penyerap Karbon Dioksida (CO2)

“Limbah laundry yang kami teliti mengandung 82 miligram. Itu sangat luar bisa, karena kadar LAS dengan jumlah 0,5ml saja sudah bisa membasmi serangga. Kami coba inovasi dengan penambahan cintronella dan Serai Wangi. Selain mengubah bau limbah menjadi harum, ia juga bersifat desiscant. Fungsinya bisa membuat serangga dehidrasi. Di sini mula-mula kami mencoba menyemprotkannya ke semut hitam yang biasa bersarang di akar tanaman anggrek. Wal hasil, serangganya mati dalam waktu 10 detik,” tukas Mia.

Mahasiswi asal Lumajang ini menambahkan, cara pengolahan limbanya bisa dibilang sangat mudah. Cukup endapkan limbah laundry selama 1 X 24 jam. Hasilnya, antara air dan padatannya akan terpisah sendiri. Setelah itu baru dicampur cintronella oil sebanyak 37,62%. Jadilah senjata ampuh pembasmi serangga.

Mia dan kawan-kawannya berharap hasil penelitiannya bisa dikembangkan lebih lanjut. Usaha mengubah limbah menjadi berkah ini tentu akan menyumbangkan dampak positif bagi petani anggrek dan masyarakat umum. Harganya cukup ekonomis dan ramah lingkungan. (mus)

(Visited 464 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *