Alumnus ITN Malang Wakili Malang dalam Buku 100+ Biro Arsitektur

itnmalangnews.id –  Sebagai pembaruan dari buku Architects & Emergings yang diterbitkan sembilan tahun silam, Imaji Books dan IAAW Studio merilis buku berjudul 100+ Indonesian Architecture Firms and Emergings pada 23 Januari 2019 yang lalu. Buku yang memuat profil 143 biro arsitektur ini memiliki tebal 560 halaman dan ditulis dalam dua bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris. Dikutip dari kata pengantar Imelda Akmal, Pemimpin Redaksi Archinesia Bookgazine sekaligus kurator untuk buku 100+, kriteria arsitek terpilih dilihat dari desain yang progresif, inovatif, dan narasi pemikirannya bisa disampaikan secara luas. Keaktifan arsitek di komunitas juga mendukung.

Alumnus-ITN-Malang-Wakili-Malang-dalam-Buku-100+-Biro-Arsitektur-1

Satu-satunya biro arsitektur Malang yang diundang Imaji Books untuk berpartisipasi dalam 100+ Indonesian Architecture Firms and Emergings adalah Ir. Haris Wibisono. Arsitek yang kerap dipanggil Nino ini merupakan alumnus Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang angkatan 1997. “Sebenarnya ada juga arsitek asal Malang yang masuk dalam buku ini, tapi mereka sekarang berdomisili di Bandung atau kota lain. Yang dari Malang hanya saya,” tukas Nino ketika ditemui itnmalangnews di kediamannya, Rabu (30/01).

Empat dari lima karya yang dikirimkan pemilik Onino.co tersebut ditampilkan dalam buku, antara lain: Legiun Veteran (LVRI) di Batu, Masjid Al-Ghifari di perumahan Griya Shanta Malang, kantor dan kantin di PT Beiersdorf Singosari, dan rumah Alvin di sudut jalan Tangerang-Bogor. Karya yang tidak termuat di buku adalah rumah di kawasan Araya. “Saya senang menjadi bagian dari 143 biro arsitektur terpilih. Saya merasa mendapat pengakuan dalam proses berkarya. Apalagi di buku ini dimunculkan profil masing-masing arsitek sehingga tidak tenggelam dalam perusahaan mereka,” ujar Nino.

Baca juga: Dosen ITN Malang Jadi Tim Ahli Cagar Budaya Malang

Baca juga: Wisudawan Terbaik Arsitektur Jawab Masalah Pemukiman dengan Sustainable Architecture

100+ Indonesian Architecture Firms and Emergings akan didistribusikan secara nasional dan internasional seperti pada London Book Fair. Menurut Nino, buku ini wajib dibaca jika ingin mengetahui arsitektur di Indonesia. “Kompilasi 100+ menjadi penanda perkembangan arsitektur Indonesia. Ada beragam gaya arsitektur mulai yang klasik hingga kontemporer. Ada beragam arsitek mulai dari arsitek senior sampai yang baru mendirikan usaha,” jelasnya. (ata)

(Visited 231 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *