Alumni ITN Malang Sukses di Abudhabi: Syarat Utama Bekerja Sekarang Bahasa Inggris

itnmalangnews.id – Seiring dengan berkembangnya teknologi dan menghilangnya batas-batas Negara, maka internasionalisasi interaksi manusia tak bisa dihindarkan. Dalam keadaan demikian kemampuan berbahasa Inggris menjadi suatu keniscayaan, lebih-lebih bagi yang ingin bekerja di dunia internasional. Demikian, pemaparan Didit Pramono Prajitno, alumni Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang yang kini sukses bekerja di Abu Dhabi National Oil Company sebagai field service engineer conshore, dalam acara kuliah tamu di kampus II, Sabtu (2/6).

Alumni-ITN-Malang-Sukses-di-Abu-Dhabi-Syarat-Utama-Bekerja-Sekarang-Bahasa-Inggris

Menurut pria yang akrab disapa Didit itu, bahwa sejauh ini pengalamannya masuk di beberapa perusahaan internasional semuanya membutuhkan bahasa Inggris. Kemampuan berbahasa ini biasanya ditunjukkan dengan skor TOELF (Test of English as Foreign Language) minimal 450. Malah kadang, imbuhnya, kemampuan berbahasa Inggris itu menjadi penentu diterima atau tidaknya. “Saya punya pengalaman waktu di PT Freeport. Ada dua orang skillnya bagus tapi bahasa Inggrisnya minim tidak diterima, malah yang skillnya biasa saja karena bahasanya bagus diterima,” kenang pria asal Kediri tersebut.

Karena pengalaman itulah, Didit menekankan pada semua peserta kuliah tamu dari Teknik Mesin D III untuk segera mempersiapkan diri dengan belajar bahasa Inggris. Menurut dia, belajar bahasa Inggris saat ini dapat dilakukan secara otodidak karena medianya sudah sangat banyak. “Saya tidak kursus belajarnya, tapi saya tiap hari berusaha ketemu dengan bule dan saya ngomong di situ,” tutur pria yang juga alumni Teknik Mesin D III tersebut.

Baca juga: Ungkap Kenyataan Lapang, Program Studi Arsitektur Gelar Diskusi dengan Praktisi

Baca juga: Rektor ITN Malang Mewisuda 357 Lulusan, Ingatkan Tantangan Perkembangan Teknologi Informasi

Lebih jauh, Didit juga mengingat anak-anak kampus biru agar tidak minder menjadi mahasiswa ITN Malang. Karena saat ini sudah tidak ada lagi perbedaan negeri dan swasta, apalagi di dunia internasional. Yang paling penting adalah bukan apa kampusnya tetapi apa kemampuan yang dimiliki untuk bekerja. “Orang luar itu tak peduli apa nama kampus kita, kita bisa bekerja atau tidak, itu intinya,”tuturnya. (her)

(Visited 316 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *