Ahmad Ruslan Efendi: Wisudawan Terbaik ITN Malang Prestasi Cumlaud

Kuliah Sambil Kerja Pasang Ring Mata Ayam, Kini Jadi Konsultan Kelistrikan di Bali

itnmalangnews.id – Bicaranya renyah, ekpresinya sederhana dan tiap kali diakhir pembicaraannya disambung dengan senyum tipis menunjukkan kepribadiannya yang supel. Itulah pembawaan Ahmad Ruslan Efendi, salah satu wisudawan terbaik Institut Teknologi (ITN) Malang saat diwawancarai di ruang humas beberapa waktu lalu.

wisudawan-terbaik-itn-malang-2016 ahmad-ruslan-efendiPemuda kelahiran 9 Juli 1992 memiliki kisah yang sangat inspiratif dalam perjuangannnya menempuh studi jenjang perguruan tinggi di ITN Malang hingga menjadi sarjana. Ruslan, sapaan akrabnya, tak hanya berhasil mempersembahkan prestasi cumlaud buat keluarganya, tetapi sejak duduk di semester 7 hingga kini dia dipercaya sebagai konsultan kelistrikan oleh perusahaan tambak ikan di Bali.

Putra pasangan Kusaini dan Mufida itu berkisah perjuangannya selama menempuh studi yang penuh lika-liku. Dia dilahirkan dari keluarga petani yang tak berkecukupan secara ekonomi. Setelah tamat Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Muhammadiyah Kepanjen, Malang, pada 2011 lalu Ruslan memilih tidak langsung lanjut studi karena tak cukup dana. “Saat orang tua bilang jangan lanjut studi dulu, saya sempat galau. Tetapi saya sadar masih punya dua adik, saat lulus SMK kedua adik saya juga butuh biaya untuk sekolah. Akhirnya saya harus mengalah,” kenangnya.

Selama masa jeda itu, sarjana yang juga hobi main tenis meja tersebut bekerja sebagai checker di salah satu perusahaan tekstil di Lawang. Gaji yang didapat adalah sebesar 1,1 juta rupiah setiap bulan. Uang inilah yang ditabung selama setahun setengah bekerja. Setelah dirasa cukup untuk mendaftar di perguruan tinggi alumni MI Al Hikam tersebut langsung daftar di ITN Malang jurusan elektro konsentrasi energi listrik. “Selain uang hasil kerja, juga dapat tambahan dari orang tua. Karena sawah yang ada dijual,” lanjutnya.

Walaupun dana yang ada hanya cukup untuk mendaftar dan membiayai awal semester tetapi tekadnya untuk sekolah setinggi mungkin kian menggelora dalam jiwanya. Dia berpikir yang penting terdaftar dulu, kebutuhan kuliah lainnya dapat diupayakan dengan sambil kerja sampingan.

Benar saja, saat menginjak semester 3 uang tabungan dan hasil jual tanahnya ludes untuk membayar biaya kuliah. Akhirnya Ruslan memutuskan untuk bekerja sampingan sebagai tukang pasang ring mata ayam di Poncokusmo. Saat itulah, lulusan MTs Al Hikmah tersebut dituntut mengatur waktu sebaik mungkin antara waktu belajar dan bekerja. “Dari pagi sampai jam 3 sore saya di kampus. Waktu ini saya manfaatkan betul untuk belajar dan mengerjakan tugas-tugas. Karena setelah pulang sudah fokus bekerja hingga malam hari,” terang pemuda asal Poncokusomo tersebut.

Adapun penghasilan yang didapat dari kerja sampingan ini besarnya tidak mesti, berdasarkan banyaknya mata ayam yang berhasil dipasang dan biasanya dihitung perkilogram. Dimana persatu kilogram dibayar 2 ribu rupiah. “Kadang saya dapat menyelesaikan 30 kilogram (60 ribu), kadang hanya 10 kilogram (20 ribu),” paparnya.

Dana tersebut menurut Ruslan masih kadang tidak cukup memenuhi kebutuhan kuliahnya. Karena itu dia nekat ngutang ke koperasi di dekat rumahnya. Untuk membayar hutang tersebut nunggu hasil panen sawah. Untungnya, berkat kecerdasannya, dia diangkat menjadi asisten laboratorium jurusan setelah mengalahkan 50 mahasiswa lainnya dalam seleksi. Menjadi asisten Lab tidak hanya membantu secara finansial karena dia sudah tidak harus bayar saat praktik, tetapi juga berkesempatan untuk belajar lebih banyak di laboratorium. “Biasanya setelah melatih mahasiswa baru atau praktikum, saya belajar sendiri,” tukasnya tersenyum.

wisudawan-terbaik-itn-malang-2016Menginjak semester 7 dia mengasisteni pelatihan dosen-dosen dari Bali. Saat itulah dia berkenalan dengan orang-orang Bali. Tak lama setelah itu, dia panggil ke Bali oleh PT. Adisarana Permai, salah satu perusahaan tambak ikan terbesar di Bali. Dia diminta untuk menganalisa sistem kelistrikan di tambak tersebut. Dan ternyata analisanya akurat sehingga dapat menghemat biaya pembayaran listrik untuk perusahaan. “Awalnya perusahaan membayar listrik sebesar 360 juta perbulan, setelah saya analisa dan ditemukan masalahnya bayarnya semakin murah menjadi 310 juta,” kisah pemuda yang juga penyuka matematika itu.

Karena kesuksesan inilah Ruslan kemudian diangkat sebagai konsultan bidang kelistrikan oleh perusahaan. Saat ini setiap ada masalah kelistrikan di PT. Adisarana Permai, dia dihubungi bahkan didatangkan langsung. “Kalau ke sana saya dibiayai mereka, biasanya juga sambil jalan-jalan di Bali,” ucapnya tertawa.

Kesuksesan di bidang kelistrikan di tambak tersebut langsung diangkat sebagai judul skiripsi yang diajukan sebagai tugas akhirnya dengan judul Analisa Perbaikan Performa Sistem Kelistrikan di Tambak PT. Adisarana Permai Bali. Dan judul ini pulalah yang mengangkat dia menjadi salah satu mahasiswa yang lulus dengan predikat cumlaud  (IPK: 3.80). Dengan demikian, terbayar sudah semua usaha keras selama ini yang dilakukan oleh Ahmad Ruslan Efendi. (her)

(Visited 825 times, 1 visits today)
Facebooktwittergoogle_plusredditpinterestlinkedinmailby feather

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *